Mensesneg: Belum Ada Rencana Isi Jabatan Wamenaker dan Wamen Imipas

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah belum berencana mengisi posisi Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) dan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas). Kekosongan posisi tersebut imbas dari kasus hukum yang menjerat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel dan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim.

"Untuk sementara belum ada rencana pengisian dari jabatan yang ditinggalkan oleh dua wamen yang sedang berproses hukum," ujar Prasetyo usia jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga
  • Yusril Pastikan Presiden Pantau Kasus Korupsi di Sektor Imigrasi
  • ‘Raja OTT KPK’: Imigrasi dan Lapas Perlu Pembenahan Menyeluruh
  • Ini Daftar Barang yang Disita dari Kasus Imigrasi, dari Kendaraan Hingga Aset Kripto

Menurut Prasetyo, untuk sementara pelaksanaan tugas di kedua kementerian tersebut tetap dapat berjalan normal karena dipimpin langsung oleh menteri masing-masing. Dengan demikian, lanjut dia, pemerintah belum melihat adanya kebutuhan mendesak untuk segera menunjuk pengganti.

"Karena juga posisinya kan wakil menteri ya. Artinya kegiatan atau tugas kementerian tersebut yang dijalankan oleh menterinya masih dapat berjalan dengan normal," lanjut Prasetyo.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia menjelaskan pemerintah akan terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap kebutuhan organisasi sebelum memutuskan perlunya melakukan pengisian jabatan wakil menteri. Prasetyo mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan penunjukan pejabat baru di dua pos tersebut usai proses evaluasi rampung. 

"Nanti kita lihat kalau memang kebutuhan kita hitung, kita harus melakukan perkuatan dengan menunjuk wakil menteri, ya itu nanti kita lihat setelah kita evaluasi. Saya rasa masih tidak ada masalah," kata dia menambahkan. 

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Respons soal Prabowo Nombok Pakai Uang Pribadi untuk Perjalanan LN
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Mensesneg: Rapat dengan Otoritas Ekonomi Intens, Faktor Pelemahan Rupiah Banyak
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
PLN Indonesia Power Bidik Ekspansi Bisnis Energi ke Amerika Latin dan Karibia
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Korea Selatan ingin ulang sukses 2002
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Sidak ke Tanjung Priok, Purbaya Selidiki Biang Kerok Penumpukan Ribuan Kontainer
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.