Menanti Perdamaian Israel-Lebanon

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta:  Dimediasi oleh Amerika Serikat, Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan implementasi gencatan senjata pada hari Rabu, 3 Juni 2026 waktu setempat. Kesepakatan yang dicapai adalah implementasi dari gencatan senjata. Fakta poin-poin apa saja yang diinginkan kedua negara untuk mencapai gencatan senjata permanen?
Amerika Serikat sebagai mediator
Perundingan berlangsung antara 2 dan 3 Juni 2026 ini mempertemukan delegasi dari Israel serta Lebanon dalam format pertemuan trilateral atau tiga negara yang dipimpin oleh Amerika Serikat yang berlangsung di Washington DC. Sebagai informasi, negosiasi bisa berlangsung kembali setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kedua negara bisa mencapai kesepakatan untuk dipertemukan dan berdiskusi membahas gencatan senjata. Menidaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang diwakili oleh Daniel Holler memimpin diskusi teknis atas nama Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat  yang masih dibawa arahan Marco Rubio.

Sedangkan Israel, dipimpin oleh Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter. Dan Lebanon dipimpin oleh Nada Hamadeh Muawad selaku Duta Besar Lebanon untuk Amerika Serikat. Dalam putaran keempat perundingan kali ini cukup menunjukkan sebuah pemaknaan politik yang menarik. Karena berbeda dengan sebelumnya kali ini substansi yang dibahas tidak hanya menghentikan agresi militer, tetapi juga membahas kerangka politik dan keamanan jangka panjang. 

Baca Juga :

Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 20 Orang
Tuntutan kedua negara
Kita mulai dari sisi Israel terlebih dahulu. Pertama, Israel menuntut penghentian serangan roket, drone, dan rudal dari Lebanon serta penghentian seluruh operasi lintasan perbatasan oleh Hezbollah. Kedua, Hezbollah juga mundur  dari Lebanon Selatan. Artinya tidak boleh lagi Hizbullah di wilayah selatan Sungai Lityandi. Dan area perbatasan tersebut hanya dijaga oleh militer resmi Lebanon ataupun pasukan Unifil dari PBB. 

Tentu harapan logis lainnya adalah Lebanon sebagai negara diminta untuk lebih memperkuat kontrol negara di wilayah selatan. Serta Israel juga menginginkan bahwa mekanisme keamanan jangka panjang agar Hezbollah dihilangkan dari tanah Lebanon.

Sementara tuntutan dari Lebanon utamanya adalah penghentian operasi militer Israel serangan udara dan serangan operasi militer lintas batas lainnya. Penghentian ini didasarkan bahwa argumen Israel harus menghormati kedaulatan Lebanon. Tambahannya adalah meminta penghentian pelanggaran kewilayahan apalagi operasi intelijen yang dinilai Lebanon sebagai pelanggar kedaulatan negara mereka.

Menariknya dalam poin yang disampaikan oleh Lebanon adalah juga meminta pemerintah Lebanon untuk mendapatkan dukungan internasional memperkuat militer mereka. Mereka berargumen bahwa semakin kuat militer resmi Lebanon maka mereka tidak perlu lagi butuh bantuan dari keberadaan kelompok bersenjata  non-negara. Maka Beirut meminta adanya bantuan pendanaan pelatihan hingga dukungan perlengkapan keamanan yang pada akhirnya semua akan didorong untuk dibahas melalui jalur politik dan juga diplomatik formal.

Baca Juga :

Netanyahu Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Berlaku dengan Lebanon
Rekam jejak kerentanan gencatan senjata Israel-Lebanon
Dalam perjalanannya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel menunjukkan kerentanannya. Sebagai pengingat bahwa perseturuan Hizbullah sebagai kelompok militer non-negara dan agresi militer antara Lebanon dan Israel berada di dua perspektif yang berbeda.

Karena sebenarnya seperti yang kita ketahui bahwa saat ini pun sebenarnya Lebanon dan Israel masih dalam fase gencatan  senjata. Walau sempat ditekan oleh Presiden Donald Trump dan total korban dari semua dinamika ini selama berbulan-bulan adalah adanya 3.468 orang tewas dan 10.577 terluka dan sedihnya angka ini terus berkembang. 
Pertemuan selanjutnya
Karena kesepakatan substansif dari permintaan kedua negara bisa tercapai ditambah lagi Lebanon menekankan pentingnya diskusi lanjutan untuk melalui jalur diplomasi. Maka kelanjutan dari perundingan dengan harapan kesepakatan politik dan keamanan penuh dapat dicapai dalam pertemuan yang akan dimulai pada 22 Juni 2026 dan kembali dimediasi oleh Amerika Serikat. Tujuan pertemuan tentu untuk membahas mekanisme implementasi dari gencatan senjata menyelesaikan isu keamanan perbatasan dan tentunya mencapai kesepakatan perdamaian permanen yang kembali dimediasi oleh Amerika Serikat. 

Salah satu hal yang penting untuk kita nanti sekarang dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu ini apakah baik Israel maupun Lebanon sama-sama bisa berpegang teguh kepada apa yang menjadi poin-poin tutupan mereka.

Yang menjadi tantangan adalah bagaimana Lebanon bisa mengondisikan Hezbollah agar tidak berkonflik dengan Israel dan Israel juga tidak menyerang lagi Hezbollah apapun yang juga berkaitan dengan wilayah lain daripada Lebanon. 

Baca Juga :

Hizbullah Tolak Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Lebanon
Pernyataan Bersama AS-Israel-Lebanon
Maka dalam pasca pertemuan dan perundingan tersebut ketiga negara merilis pernyataan bersama atau joint statement yang menyatakan bahwa Israel dan Lebanon menegaskan kembali mereka tidak ada niat bermusuhan satu sama lain dan juga berkomitmen melanjutkan negosiasi. Gunanya untuk membangun kepercayaan, menyelesaikan semua masalah yang belum terselesaikan dan berupa itu mencapai kesepakatan komprehensif antara kedua negara dalam istilah diplomasi kita mengenali bahwa negosiasi itu harus dilandaskan kepada trust atau kepercayaan dan juga good faith atau intensi  yang baik. 

Maka perdamaian Israel-Lebanon rentan karena konflik ini bukan sekedar sengketa dua negara, melainkan persilangan antara persoalan keamanan, keberadaan aktor bersenjata non-negara, rivalitas Iran juga Israel berpengaruh, serta tidak terselesaikannya akar konflik politik yang sudah berlangsung lebih dari 4 dekade. Kita tentu harapkan perdamaian bisa tercapai di Israel dan Lebanon.

Sumber: Redaksi Metro TV


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wuling Eksion Buktikan Kenyamanan Perjalanan Jauh, Tuntaskan Rute Jakarta-Yogyakarta 627 Km
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Lansia Tewas dalam Kebakaran di Cideng Ternyata Terjebak di Kamar Mandi
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Satu Haji Kloter 5 Asal Gowa Wafat di Tanah Suci
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hadapi Pelemahan Rupiah, Industri Farmasi Dongkrak Ekspor
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Link Live Streaming FIFA Matchday di Vidio Malam Ini: Timnas Indonesia Vs Timnas Oman
• 18 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.