Wamendagri Bima Arya: Masa Depan Jakarta Bergantung pada Integrasi Kawasan Aglomerasi

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan perkotaan di Jakarta pada masa mendatang tidak dapat dilepaskan dari penguatan tata kelola kawasan aglomerasi.

Menurutnya, isu strategis seperti banjir, kemacetan, hingga pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan lintas wilayah yang terintegrasi dan didukung oleh kewenangan bersama yang jelas.

"Semakin besar kawasan metropolitan, maka semakin besar kebutuhan untuk kewenangan otoritas yang jelas, sehingga masa depan Jakarta tidak bisa dipisahkan dari konteks aglomerasi," ujarnya dalam Acara Urban Talks Jakarta Future Festival di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

BACA JUGA:Ribuan Jemaah Padati Masjid Istiqlal, Pesan Lingkungan Jadi Seruan Moral Umat

Bima menjelaskan bahwa Jakarta saat ini telah berkembang menjadi salah satu kawasan megapolitan terbesar di dunia.

Bahkan, dalam konteks aglomerasi—digabungkan dengan wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi—Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat jumlah penduduk kawasan ini mencapai 41,9 juta jiwa.

Jumlah tersebut melampaui populasi kawasan metropolitan di Tokyo maupun Dhaka.

Dengan kontribusi sebesar 16,71 persen terhadap perekonomian nasional, kawasan Jakarta dan sekitarnya memiliki peran yang sangat strategis.

Namun, menurutnya, berbagai persoalan perkotaan kerap sulit diselesaikan karena masih adanya fragmentasi kewenangan antarwilayah yang memunculkan perbedaan prioritas pembangunan, agenda politik, serta penganggaran.

BACA JUGA:Indonesia dan Uni Eropa Percepat Ratifikasi IEU-CEPA, Menko Airlangga: Target Berlaku Awal 2027

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah tengah mendorong penguatan peran Dewan Kawasan Aglomerasi sebagai wadah koordinasi lintas daerah.

Melalui mekanisme tersebut, berbagai layanan publik yang bersifat regional dapat dikelola secara lebih terpadu dan efektif.

"Dewan Aglomerasi ini nanti bisa fokus pada isu-isu spesifik, ada badan yang ngurusi soal sampah, ada badan yang ngurusi soal transportasi, soal air minum, dan lain-lain," ungkapnya.

Selain itu, Bima juga mengapresiasi berbagai bentuk kolaborasi yang telah berkembang di Jakarta.

Ia menilai upaya membangun identitas kota yang inklusif melalui kegiatan olahraga dan pariwisata berskala internasional menjadi modal penting dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pigai Usul Sipil Bisa Menjabat di Polri, Istana Sebut Semua Boleh Usul
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Bintangi Serial Samuel, Fadi Alaydrus dan Saskia Chadwick Makin Romantis
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 6 Juni 2026: Cinta Cancer Bersemi, Rezeki Leo Bikin Senyum Lebar
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
LPSK Siap Lindungi Saksi-JC di Kasus Korupsi BGN dan Imipas
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Tingkatkan Pendapatan dan Pemberdayaan Jadi Cara PNM Jauhkan Warga dari Rentenir
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.