Bisnis.com, BALIKPAPAN — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meresmikan bantuan revitalisasi satuan pendidikan 2025 di tiga wilayah Kalimantan Timur, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, dan Kota Samarinda.
Secara keseluruhan, sebanyak 286 sekolah di Provinsi Kalimantan Timur telah menyelesaikan proses revitalisasi fisik dengan serapan anggaran mencapai Rp253,75 miliar. Seluruh proyek tersebut telah dinyatakan rampung 100%.
"Hari ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan sekolah yang layak, aman, dan bermutu," ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam keterangan resmi, Sabtu (6/6/2026).
Dari total anggaran provinsi tersebut, Kota Samarinda menjadi penerima terbesar dengan nilai revitalisasi mencapai Rp59,53 miliar untuk 52 sekolah, yang mencakup 19 SMP, 11 SMK, 10 SMA, 8 SD, 3 SLB, dan 1 PAUD.
Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara yang secara geografis berbatasan langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima bantuan senilai Rp22,30 miliar untuk 34 satuan pendidikan, dengan dominasi pada jenjang SD sebanyak 27 unit, disusul masing-masing dua unit SMK, SMA, dan SMP, serta satu PAUD.
Adapun Kota Balikpapan, sebagai kota logistik sekaligus pintu gerbang utama menuju kawasan IKN, mencatat revitalisasi 16 sekolah dengan total nilai Rp13,60 miliar, di mana porsi terbesar dialokasikan untuk jenjang SMK senilai Rp5,51 miliar, diikuti SMA, SMP, SLB, SD, PAUD, serta PKBM/SKB.
Baca Juga
- Mendikdasmen Sambangi Kaltim, 123 Sekolah Dapat Revitalisasi
- Program Gratispol Kaltim Kucurkan Rp1,3 Triliun untuk Pendidikan Hingga Februari 2026
Selain revitalisasi fisik, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa program tersebut berjalan seiring dengan akselerasi digitalisasi pendidikan di daerah. Pada tahun yang sama, sebanyak 4.230 sekolah di Kalimantan Timur menerima Perangkat Pembelajaran Interaktif Digital (PID) dengan total anggaran Rp139,35 miliar dan seluruhnya telah dinyatakan rampung.
Dari jumlah tersebut, Kota Samarinda memperoleh 624 sekolah dengan nilai Rp20,71 miliar, Kota Balikpapan 512 sekolah senilai Rp17,28 miliar, serta Kabupaten Penajam Paser Utara 208 sekolah dengan alokasi Rp6,81 miliar.
Perangkat PID tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga PKBM/SKB, yang diharapkan dapat memperkuat transformasi pembelajaran berbasis digital di Kalimantan Timur.
"Dengan 4.230 sekolah terdigitalisasi di Kalimantan Timur, para guru dapat memanfaatkan PID untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan," sebutnya.
Kemudian, dari 806 usulan revitalisasi 2026 di Provinsi Kalimantan Timur, hanya 341 sekolah yang lolos tahap verifikasi kelayakan.
Revitalisasi Pendidikan Kaltim Terus DikejarHingga peresmian ini, sebanyak 59 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan nilai total Rp63,31 miliar, sementara 19 di antaranya telah mencairkan anggaran sebesar Rp20,38 miliar.
Di Kota Samarinda, dari 94 usulan yang diajukan, sebanyak 46 sekolah dinyatakan lolos verifikasi, dengan 12 sekolah sudah berada pada tahap PKS dan 4 lainnya telah melakukan pencairan.
Sementara itu, di Kabupaten Penajam Paser Utara, 52 dari 66 usulan berhasil lolos, dengan 7 sekolah telah menandatangani PKS dan 1 sekolah sudah salur.
Adapun di Kota Balikpapan, hanya 23 dari 110 usulan yang lolos verifikasi, sekaligus menjadi rasio terendah di antara ketiganya, dengan 5 sekolah sudah PKS dan 2 telah salur.
Selain capaian fisik dan progres penyaluran tersebut, dia menegaskan bahwa revitalisasi infrastruktur pendidikan hanya merupakan satu dari tiga pilar yang dijalankan secara simultan.
Pilar kedua mencakup penguatan infrastruktur pedagogis melalui peningkatan kompetensi guru dengan pendekatan Deep Learning sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Sementara pilar ketiga adalah penguatan infrastruktur kultural yang berlandaskan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), yang mencakup perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, hingga keadaban digital, termasuk perlindungan dari perundungan siber, pornografi, dan judi daring.
"Saya mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, dan Kota Samarinda untuk membentuk Pokja BSAN sebagai mitra strategis sekolah," katanya.
Secara nasional, capaian Kalimantan Timur turut menjadi bagian dari rekor revitalisasi 2025 yang melampaui target, yakni 16.167 sekolah terealisasi dari target 10.440 secara nasional, disertai distribusi 288.865 unit PID ke seluruh Indonesia.
Sementara pada 2026, target nasional kembali meningkat signifikan menjadi 71.744 sekolah dan 886.595 unit PID.
Adapun, dia menuturkan provinsi yang menjadi tuan rumah IKN ini dipandang memikul tanggung jawab yang lebih besar, tidak hanya sebagai wilayah penyangga, tetapi juga sebagai bagian penting dalam transformasi pendidikan nasional.





