Foto Profil Dicatut untuk Akun WhatsApp Palsu, Detektif Jubun Beri Peringatan

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Praktik pencatutan identitas di media sosial dan aplikasi perpesanan kembali menjadi sorotan setelah nama dan foto Detektif Jubun, diduga digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membuat akun WhatsApp palsu.

Detektif swasta itu mengaku kerap menerima laporan dari masyarakat terkait nomor telepon yang menggunakan foto profil dirinya tanpa izin. Kasus serupa bukan pertama kali terjadi dan telah berulang dalam beberapa kesempatan.

BACA JUGA: Detektif Jubun Bongkar Modus Penipuan Online Lintas Pulau, KTP Tak Lagi Jadi Jaminan

"Ada orang memakai foto saya untuk membuat akun WhatsApp. Kejadian seperti ini sangat sering terjadi," kata Detektif Jubun dalam keterangannya, Sabtu (6/6).

Detektif Jubun menilai temuan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkomunikasi dengan pihak yang mengaku sebagai figur publik atau tokoh yang dikenal luas.

BACA JUGA: Kasus Serlina–Shellysoju Viral, Detektif Jubun Ingatkan Pentingnya Verifikasi

Maraknya pencatutan identitas melalui aplikasi pesan instan disebut menjadi salah satu modus yang kerap digunakan pelaku kejahatan digital untuk memperoleh kepercayaan calon korban.

Alasan Pelaku Menggunakan Foto Orang Terkenal

Mengutip pernyataan pakar keamanan digital Jim Geovedi, pelaku umumnya memanfaatkan reputasi dan kepercayaan publik terhadap figur tertentu agar korban tidak menaruh curiga saat diajak berkomunikasi.

BACA JUGA: Peringati Imlek, Jubun Tekankan Makna Refleksi Diri dan Penguatan Keluarga

Penggunaan foto seseorang tidak otomatis membuktikan bahwa akun tersebut benar-benar milik orang yang bersangkutan. Masyarakat tetap perlu melakukan verifikasi identitas sebelum mempercayai informasi yang diterima.

Menurut pengamatan sejumlah praktisi keamanan siber, ada beberapa kemungkinan tujuan di balik pencatutan foto atau identitas tokoh yang dikenal masyarakat.

Pertama, pelaku ingin membangun kredibilitas palsu agar lebih mudah mendapatkan kepercayaan korban.

Kedua, identitas figur publik sering dianggap memiliki jaringan luas dan reputasi yang baik sehingga lebih mudah digunakan untuk memengaruhi orang lain.

Ketiga, pelaku dapat memanfaatkan identitas tersebut untuk berbagai modus, mulai dari penipuan finansial, pengumpulan data pribadi, hingga sekadar mencari perhatian atau membangun citra palsu di dunia digital.

Meski demikian, motif pasti dari setiap kasus tetap harus dibuktikan melalui penyelidikan apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.

Menanggapi kondisi tersebut, Jubun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap akun atau nomor WhatsApp yang hanya menggunakan foto profil dirinya tanpa adanya verifikasi lebih lanjut.

"Pastikan identitasnya benar dan jangan mudah memberikan data pribadi maupun melakukan transaksi tanpa konfirmasi yang jelas," tegas Jubun.

Dia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan akun atau nomor yang mencurigakan dan mengatasnamakan dirinya maupun pihak lain.

Menurutnya, peningkatan literasi digital dan kebiasaan melakukan verifikasi menjadi langkah penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban berbagai modus penipuan yang terus berkembang di era digital.

Tips Menghindari Penipuan Mengatasnamakan Tokoh

Untuk menghindari menjadi korban penipuan digital, masyarakat disarankan melakukan beberapa langkah berikut:

  • Verifikasi identitas melalui saluran resmi
  • Jangan mudah percaya pada foto profil atau nama akun
  • Hindari mengirim uang kepada pihak yang belum terverifikasi
  • Jangan membagikan data pribadi, PIN, OTP, atau informasi perbankan
  • Laporkan akun mencurigakan kepada platform terkait
  • Simpan bukti percakapan apabila ditemukan indikasi penipuan (jlo/jpnn)

Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Peneleh ke Istana: Jejak Gemblengan Tjokroaminoto pada Sukarno
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
FIFA Bayar US$355 Juta ke Klub yang Lepas Pemainnya ke Piala Dunia 2026
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Jemaah Haji Asal Garut Siap Pulang ke Tanah Air pada 17 Juni
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rumah Sakit Kapal dr Lie Dharmawan Beri Layanan Medis di Pulau Marabatuan Kalsel
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Maling Motor Jemaah Jumatan di Bogor Jatuh saat Kabur, Berujung Ditangkap
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.