JEDDAH, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menegur maskapai yang membawa pulang jemaah haji Indonesia agar tidak ada lagi keterlambatan atau delay.
"Kemarin kita tegur penerbangan karena terjadi delay (keterlambatan)," kata Gus Irfan di Bandara Jeddah, Jumat (5/6/2026) malam.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menhaj saat melepas keberangkatan jemaah asal Gowa, Sulawesi Selatan dan Magetan, Jawa Timur di Bandara Jeddah, Arab Saudi.
Baca juga: Wamenhaj Sebut Syarat Kesehatan Jemaah Haji Tahun Depan Akan Lebih Ketat
Namun demikian, Gus Irfan tidak menjabarkan secara rinci maskapai apa yang mengalami keterlambatan.
Ia hanya menekankan kembali agar maskapai memperhatikan On Time Perfomance (OTP) atau ketepatan waktu penerbangan.
Dari laporan yang dia terima, keterlambatan penerbangan disebabkan lantaran kepadatan bandara pada fase pemulangan.
Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan 50 Persen Jemaah Haji Gunakan Skema Tanazul
Namun menurut Gus Irfan, kepadatan seharusnya sudah dapat diprediksi dan diantisipasi.
Setelah mendapat teguran maskapai melakukan perbaikan.
"Alhamdulillah hari ini kembali membaik tapi kita ingatkan lagi pada kedua penerbangan ini supaya tidak terulang lagi keterlambatan penerbangan-penerbangan itu sampai hari terakhir," kata dia.
Ditegur Wamenhaj Dahnil Anzar
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak juga menegur salah satu maskapai lantaran keterlambatan penerbangan.
Baca juga: Berhasilkah Skrining Istitaah Turunkan Angka Kematian Jemaah Haji?
Dia menerima laporan delay disebabkan karena kepadatan bandara.
Kemenhaj mendorong maskapai memberikan kompensasi pada jemaah sebagai pertanggungjawaban keterlambatan penerbangan.
"Harus ada kompensasi baik berbentuk penyediaan meal atau makanan maupun kompensasi-kompensasi lain yang membuat jemaah tetap aman," ungkap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang