Sosok Jagoan Penguasa Wilayah Jawa Timur, Nasibnya Berakhir Tragis

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Patung Ken Arok, pendiri Kerajaan Singasari menurut Pararaton. (Tangkapan Layarwikimedia commoons/fair use)

 

"Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu."

Jakarta, CNBC Indonesia - Keberhasilan seseorang menguasai dan memimpin suatu daerah, salah satunya harus ditopang kemampuan mengeksekusi jurus-jurus strategis. Dan, bukan hal mengejutkan, dalam menjalankan strateginya itu, seseorang menempuh segala cara, yang dalam kaca mata tertentu adalah kebutuhan. Yaitu, kebutuhan memenuhi ambisi untuk menguasai, memimpin, dan jadi tokoh sentral.


Cara-cara ini bisa saja mencakup aksi premanisme, atau akal-akal bulus lainnya. Meski istilah 'preman' sendiri baru dikenal luas pada abad ke-17 yang diadaptasi dari istilah kolonial Belanda vrijman (artinya manusia bebas), rekam jejak aksi serupa sebenarnya sudah terjadi sejak era kerajaan kuno ribuan tahun yang lampau.

Salah satu figur jagoan atau pelaku kriminal tertua yang tercatat dalam linimasa sejarah Nusantara tidak lain adalah Ken Arok, yang juga kerap ditulis sebagai Ken Angrok.

Dalam kisah klasik Pararaton dari abad ke-16, Ken Arok diceritakan lahir dari rahim seorang petani. Dia kemudian dibuang oleh sang ibu lalu dipungut seorang pencuri. Pencuri inilah yang kemudian membesarkan Ken Arok.

Hanya saja, sang pencuri tak membesarkan Ken Arok seperti orang tua lazimnya yang memberi pelajaran positif. Pencuri itu malah mengajarkan Ken Arok untuk mengikuti jejaknya di dunia hitam. Sebagai anak kecil, Ken Arok manut saja menyikapi perintah orang tua angkatnya.

Dari sini, dia banyak melakukan perjudian, pencurian, pembegalan, hingga bunuh-membunuh. Semua itu membuatnya berulangkali menjadi target penangkapan oleh penguasa Tumapel, Tunggul Ametung, karena resah atas perbuatan, yang dalam konteks kekinian, disebut aksi premanisme.

Semua tindakan Ken Arok sebagai jagoan membuatnya sangat diperhitungkan. Sampai-sampai Tunggul Ametung menjadikannya sebagai orang kepercayaan. Dari sini, nama Ken Arok mulai dikenal di seantero Tumapel sebagai sosok preman menyeramkan yang mendukung jalannya kekuasaan.

Seperti diceritakan dalam Sejarah Nasional Indonesia (1993), popularitas besar lantas membuat Ken Arok berambisi untuk berkuasa. Caranya dengan menikahi istri Tunggal Ametung, Ken Dedes, sebab Ken Arok mendapat bisikan kalau menikahi perempuan tersebut maka akan menjadi penguasa Jawa. Dari sini, dia kemudian meminta Empu Gandring sebilah keris. Keris ini akan dipakai membunuh Tunggul Ametung.

Namun, akibat tak sabar, sikap preman Ken Arok muncul. Keris yang belum jadi dipakai untuk membunuh Empu Gandring. Setelahnya, laki-laki itu menyerahkan keris kepada bangsawan Tumapel, yakni Kebo Ijo. Alasan diserahkannya keris bertujuan untuk mengelabui.

Sebab, beberapa waktu kemudian, Ken Arok membunuh Ametung menggunakan keris yang sama. Nah, pada titik ini, Ken Arok selamat karena semua orang mengira keris tersebut milik Kebo Ijo. Kebol Ijo ditangkap. Sementara Ken Arok berkat akal bulusnya sukses jadi penguasa Tumapel sejak tahun 1222.

Kelak, Tumapel disebut juga sebagai Kerajaan Singasari yang menjadikan Ken Arok sebagai raja pertamanya. Setelahnya, ambisi pria kelahiran 1182 itu tak selesai. Dia bernafsu menguasai seluruh wilayah Jawa Timur. Maka, dia melakukan serangan ke Kerajaan Kediri (1042-1222).

Singkat cerita, serangan berhasil. Kerajaan Kediri runtuh dan wilayah kekuasaan Ken Arok meluas. Dan menjadikannya sebagai penguasa wilayah Jawa Timur pada awal abad ke-13. Kitab Pararaton menyatakan pemerintahan Ken Arok yang dahulu preman atau jagoan Jawa Kuno berlangsung selama 20 tahun lebih, yakni sejak tahun 1222 hingga 1247 Masehi.

Kehidupan Ken Arok sendiri baru berakhir konon pada 1247 M. Ini terjadi usai dia dibunuh orang suruhan Anusapati, yang merupakan anak kandung dari orang yang pernah Arok bunuh, yakni Tunggul Ametung. Jadi, Anusapati melakukan balas dendam dan dia pun berhasil menjadi raja seperti ayahnya.


(tps/dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: 2 Jurus Bos BI Jaga Likuiditas RI Selamatkan Rupiah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Dorong Percepatan Reforma Agraria, Sengketa Lahan Puluhan Tahun Segera Diselesaikan
• 12 jam laludisway.id
thumb
Putin Tegaskan Tak Ada Guna Bertemu Zelensky: Kita Butuh Kesepakatan
• 15 jam laludetik.com
thumb
AS Serang Situs Radar Iran di Dekat Selat Hormuz
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hartadinata (HRTA) Tebar Dividen Tunai Rp40 per Saham, Simak Jadwalnya
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Purbaya soal Prabowo Pakai Uang Pribadi: Secara Logika, Boleh Saja Nombok
• 19 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.