Pria di Tangerang Disekap hingga Diancam Dibunuh gara-gara Utang Rp 30 Juta

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial IK (53) disekap hingga diancam dibunuh oleh seorang pria berinisial JP (54) dan anaknya, WDA (24), di sebuah rumah kontrakan, Cibodas, Kota Tangerang, Senin (1/6/2026).

Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin mengatakan, motif dari kejadian ini adalah masalah utang piutang

"Korban yang disekap diketahui memiliki utang sebesar Rp 30 juta kepada pelaku penyekapan," ucap Rabiin ketika dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (6/6/2026).

Baca juga: Bekas Galian di Kramat Jati Jaktim Tak Diperbaiki, Warga Khawatir Picu Kecelakaan

Rabiin menyampaikan, mulanya JP dan WDA mendatangi rumah korban sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah itu, ayah dan anak tersebut langsung menculik IK menggunakan sepeda motor.

Setibanya di rumah kontrakan kedua pelaku, IK dipaksa telungkup dengan wajah ditutup menggunakan bantal guling. Tangan korban diikat ke belakang, sementara kedua kakinya juga diikat.

Aksi penyekapan tersebut direkam dalam bentuk video kemudian diketahui oleh istri korban.

"Istri korban mendapatkan rekaman video dari media sosial mengenai adanya penyekapan. Setelah diperiksa, ternyata orang yang disekap tersebut adalah suaminya," sambung Rabiin.

Bermodalkan video tersebut, istri korban melapor ke Polsek Jatiuwung untuk meminta pertolongan.

Setelah mendapat laporan, polisi dari Polsek Jatiuwung langsung mengecek tempat kejadian perkara (TKP) yang diduga kontrakan pelaku

Baca juga: Narkoba Hashish Milik WNA Rusia Berasal dari Thailand, Diedarkan di Bali

"Ternyata benar ada penyekapan, sehingga kami langsung mengamankan baik pihak penyekap maupun pihak yang disekap," sambung Rabiin.

Namun, Rabiin membantah isu beredar di media sosial mengenai pelaku mengancam akan memenggal kepala korban.

"Informasi mengenai pemenggalan itu tidak benar. Namun, kalau ancaman akan ditusuk, itu benar. Jika kita menggunakan logika, pelaku menggunakan pisau sepanjang satu jengkal," ungkap Rabiin.

Menurut Rabiin, jika pelaku berniat memenggal kepala korban, maka kemungkinan akan menggunakan senjata tajam yang lebih besar, salah satunya golok.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di sisi lain, pelaku juga mengakui bahwa dirinya memang berniat menusuk korban.

Saat ini, JP dan WDA telah diamankan di Polsek Jatiuwung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus penyekapan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Sulit Warga RI Takut Keluar Rumah-Teror Muncul di Malam Hari
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tak Sampai Miliaran, Jajaran SUV Mewah Seken Ini Harganya Terjangkau!
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Sekjen PDIP Temui Pimpinan Parpol Timor Leste Jelang Kunjungan Megawati
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Tiga Proyek Pertamina Geothermal (PGEO) Raih Dukungan Pendanaan Internasional hingga Rp8,60 Triliun
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Pusri Ajak Warga Kelola Sampah Lewat Program Kampung Sehati
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.