Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini penguatan nilai tukar rupiah ke depan bakal membantu memulihkan keuntungan para pedagang tahu dan tempe yang belakangan tertekan akibat kenaikan biaya produksi.
“Kan, saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor, yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka,” kata Purbaya, saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (6/6).
Menurut Purbaya, pelemahan rupiah selama ini berdampak langsung terhadap harga bahan baku kedelai yang sebagian besar masih diimpor. Kondisi itu membuat margin keuntungan pedagang menyusut berujung menaikkan harga jual kepada konsumen.
“Kita akan mendukung bank sentral memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian,” ucap dia.
Dia meyakini sinergi kebijakan antara BI dan Kemenkeu akan mengembalikan kepercayaan pasar terhadap rupiah sehingga nilai tukar bisa balik menguat.
“Rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, dan tidak terbebani lagi beban hidupnya tidak mengalami keadaan beban hidup yang terlalu signifikan,” tutur Purbaya.
Purbaya Janji Biaya Produksi Tahu dan Tempe Turun Jika Rupiah MenguatDi kesempatan terpisah, Purbaya menekankan pentingnya menjaga permintaan dan stabilitas nilai tukar.
“Yang pertama kita mesti pastikan demand-nya terjaga. Jadi ada yang beli,” ujarnya di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Selain itu, pemerintah bakal berupaya memastikan biaya produksi tahu dan tempe bisa kembali turun melalui penguatan rupiah.
“Terus yang kedua, kalau rupiah yang menguatkan, otomatis cost of production mereka turun. Itu yang kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” kata Purbaya.
Meski tidak menjanjikan insentif khusus, Bendahara Negara optimistis kondisi pedagang tahu dan tempe akan membaik apabila stabilisasi rupiah berjalan sesuai harapan.
“Tergantung keberhasilan kita menjalankan nilai tukar, kan. Tapi saya rasa akan berhasil. Perlu kerja sama yang keras,” pungkasnya.





