Wali Kota Makassar: Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas Utama dengan Sistem Reward dan Punishment

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah tegas dalam mengatasi persoalan sampah yang mencapai 1.036 ton per hari dengan mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan pemilahan sampah dari sumbernya dan menerapkan sistem penghargaan serta sanksi dalam pengelolaan sampah di berbagai kegiatan dan event yang digelar di kota tersebut.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kampanye pengelolaan sampah harus menjadi gerakan harian yang konsisten dan bukan sekadar slogan kosong. Ia menyatakan, “Stop bicara kebersihan kalau masih membuang sampah sembarangan. Stop bicara lingkungan kalau masih menggunakan plastik sekali pakai secara berlebihan.” Munafri juga menambahkan, “Dan stop bicara lingkungan kalau kita belum mampu memilah sampah dari rumah kita sendiri.”

Munafri menjelaskan bahwa pemkot menginisiasi pembuatan teba (lubang atau sumur resapan sampah organik) dan kompos di lingkungan kantor OPD maupun rumah sebagai bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari pemerintah sebagai teladan bagi masyarakat.

Menurut Munafri, kapasitas pengangkutan sampah pemerintah saat ini baru mampu menjangkau sekitar 67 persen dari total timbulan sampah. Kondisi ini menjadi tantangan besar yang tidak dapat diselesaikan pemerintah sendirian. “Masih banyak sampah yang belum tertangani. Karena itu kita membangun kolaborasi lintas sektor dan lintas perangkat daerah agar tercipta ekosistem yang mampu menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan bahwa upaya pemilahan sampah yang dilakukan komunitas hingga tingkat RT harus diikuti dengan sistem pengangkutan yang sesuai agar sampah yang sudah dipilah tidak kembali tercampur saat diangkut.

Munafri juga mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan hasil pengolahan bernilai ekonomi melalui program teba yang mendukung kegiatan urban farming. “Ini harus menjadi siklus yang tidak boleh berhenti. Sampah organik yang dikelola dengan baik akan kembali menjadi sumber manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah menyediakan beragam teknologi pengolahan sampah seperti eco enzyme dan pengolahan menjadi bahan bakar melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

Munafri menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran dan kepedulian masyarakat. “Persoalan sampah berawal dari individu. Karena itu perubahan juga harus dimulai dari individu. Mulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan sekitar, hingga komunitas yang lebih luas,” tegasnya.

Pada momentum Hari Ulang Tahun Kota Makassar pada November mendatang, Pemkot akan memberikan penghargaan kepada individu, kelompok tani, komunitas lingkungan, hingga perusahaan yang berkontribusi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, mulai dari RT, RW, lurah, camat, OPD, perusahaan daerah, hingga komunitas lingkungan.

“Kami melibatkan seluruh unsur yang ada, harapannya, gerakan ini dapat menyebarkan semangat yang sama kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar menjadi lebih baik ke depannya,” jelas Helmy saat ditemui di Makassar Creative Hub.

Helmy menambahkan, rangkaian kegiatan peringatan tidak berhenti pada seremonial saja, melainkan dilanjutkan dengan berbagai agenda edukasi dan partisipasi masyarakat sepanjang bulan Juni, termasuk forum group discussion, pelatihan, workshop lingkungan, serta partisipasi dalam pameran lingkungan tingkat nasional di Jakarta.

“Kami tidak akan berpatokan hanya pada bulan Juni. Kegiatan-kegiatan dalam rangka menjaga lingkungan akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan,” pungkas Helmy.

Munafri berharap bahwa gerakan peduli lingkungan ini dapat menjadi budaya baru yang tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat Kota Makassar. “Dibutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder agar sampah dapat dikurangi, diolah, dan dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.

Helmy juga menyambut baik inisiatif Wali Kota yang mencanangkan lomba dan penghargaan bagi yang aktif menjaga lingkungan sebagai sarana edukasi dan pemicu semangat masyarakat. “Saya rasa ini merupakan inisiatif yang sangat baik dari Bapak Wali Kota,” katanya.

“Kegiatan lomba bisa memacu kita semua untuk semakin giat menjaga lingkungan dan semakin menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tambah Helmy.

Hasil lomba dan penilaian lingkungan tersebut direncanakan diumumkan saat peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar mendatang dengan harapan budaya peduli lingkungan semakin tumbuh dan berkembang di kota ini. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penetapan Tersangka Gugur, Wamendagri Pastikan Status Wakil Wali Kota Bandung Erwin Tetap Aktif
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Tak Bisa Diungkapkan Kata-kata, Reaksi Emosional Mathew Baker Usai Cetak Rekor Debutan Termuda di Timnas Indonesia
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah proyeksi tarif RI jadi 18 persen usai negosiasi dengan AS
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Muncul Kembali Setelah Hilang Setahun di Alam Liar! Misteri Kematian Ilmuwan Nuklir Wanita Kembali Menjadi Sorotan
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
AGRA: Ritel Modern Penopang Konsumsi Kelas Menengah, Jangan Dibatasi
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.