Kisah TNI Tak Sengaja Temukan Emas Soekarno di Sukabumi

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Harta Karun Emas. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setahun pasca merdeka, Indonesia sempat digegerkan dengan penemuan harta karun berupa emas dan berlian. Cerita ini terjadi di pertengahan 1946 saat pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengamankan daerah perbatasan bernama Cigombong yang sebelumnya pernah ditempati pasukan Jepang.

Saat para tentara mulai mengamankan daerah dan mulai menggali lahan, tanpa sengaja mereka menemukan peti super besar. Peti itu kemudian diserahkan ke komandan brigade TNI, yaitu Letnan Kolonel Alex Evert Kawilarang.

"Kami pernah diserahkan sebuah peti yang mulanya kami kira obat-obatan. Petinya besar sekali. Waktu dibuka ternyata isinya kondom," tutur Kolonel Alex Evert Kawilarang dalam A.E Kawilarang Untung Sang Merah Putih (1988:86).


Baca: Semua Kecolongan, Presiden RI Jadi Target Penembakan Saat Salat Ied

Tentara bersama rakyat lantas berinisiatif untuk menggali-gali lahan di sekitar bekas lokasi Jepang muncul. Mereka berharap bisa mendapat senjata buat melawan pasukan Belanda. Sayangnya, alih-alih mendapat senjata, mereka malah menemukan bom yang tak lama meledak dan melukai TNI.

Tetapi, suatu waktu Kawilarang didatangi tentara bernama Sersan Mayor Sidik yang menemui guci besar. Sang sersan rupanya tentara jujur. Dia langsung memberikan guci itu ke Kawilarang. Padahal, jika gelap mata bisa saja Sidik membawa guci ke penadah supaya bisa mendapat uang banyak.

"Sersan Mayor Sidik bersama beberapa anggota polisi tentara dan rakyat menemukan sebuah guci besar. Setelah guci itu dibuka, mereka menemukan kaus kaki yang berisikan barang keras. Kaos kaki itu mereka buka satu persatu. Mereka kaget melihat isinya emas permata dan berlian yang sudah dicongkel-congkel gemerlapan," kutip buku Haji Priyatna Abdurrasyid: Dari Cilampani ke New York (2001:102).

Baca: Harga Emas Pegadaian Galeri 24, Antam & UBS Hari Ini, Cek Buybacknya!

Saat guci itu berada di markas pasukan Kawilarang, beberapa orang tampak bernafsu kepada harta karun itu. Kawilarang yang kesal lalu ambil dua peti granat.

"Bapak-bapak mau berjuang lagi? ini untuk berjuang," kata Kawilarang kepada mereka sambil menyerahkan dua peti granat.

Ketika orang yang bernafsu pada harta karun itu masih terlihat penasaran. Kawilarang sekali lagi bicara berharap agar orang yang bernafsu itu cepat pergi.

"Ini untuk berjuang!," tegas Kawilarang.

Kawilarang juga tidak berniat memiliki harta karun itu. Dia sempat menulis surat kepada Residen Bogor Moerdjani mengenai harta dalam guci itu. Menurut Kawilarang, harta itu seharusnya berada menjadi urusan pejabat kementerian dalam negeri seperti Residen yang ada di Bogor.

Namun, Residen bukannya menerima dan malah bilang kepada Kawilarang:

Baca: Bea Cukai Tagih Tunggakan Pabean Tiffany & Co Plus Denda Rp97 M

"O, jangan kepada saya. Kirimkan saja kepada Kementerian Dalam Negeri." Maksudnya kepada pejabat tinggi kementerian dalam negeri di pusat.

Demi keamanan harta itu, Kawilarang segera memerintahkan kepada Letnan Godjali (dengan ditemani beberapa tentara muda) untuk menyerahkan harta penemuan Sidik dkk itu ke pemerintah pusat RI yang berada di Yogyakarta. Emas dan berlian itu sampai ke Yogyakarta dalam keadaan utuh. Di Yogyakarta emas itu diserahkan kepada kepada Mr. Sumarman, Sekretaris Kementerian Dalam Negeri.

Nilai emas itu, menurut majalah Ekspres (29/09/1972), hampir mencapai Rp 6 miliar. Detailnya, harta karun itu berupa 7 kg emas dan 4 kg berlian, yang asalnya dari Perkebunan Pondok Gede, Bogor.

Berdasar laporan dari tim, harta karun itu lalu diserahkan kepada Bank Negara Indonesia (BNI-46) di Yogyakarta yang kala itu dipimpin Margono Djojohadikusumo.


(mfa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Juarai Liga Champions, PSG Rayakan Kemenangan bersama Presiden Macron

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementan Perkuat Tata Kelola Cetak Sawah di Kalimantan untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Berdayakan Warga Lewat Bioflok dan Urban Farming Terpadu
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026, Dimulai 12 Juni Pukul 02.00 WIB
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Kronologi Siswi SD Ditemukan Tewas dalam Rumah di Sragen, Motor Keluarga Ikut Hilang
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Kata Mensesneg soal Pigai Usul Sipil Bisa Isi Jabatan Nonoperasional di Polri
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.