Harga Telur Mulai Stabil, Kementan Gandeng MBG Serap Produksi Peternak

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga telur ayam ras yang sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir mulai menunjukkan perbaikan di sejumlah sentra produksi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, mengatakan tekanan harga sebelumnya dipicu oleh kombinasi peningkatan pasokan, perlambatan serapan pasar, serta distribusi yang belum optimal di sejumlah daerah sentra produksi.

Karena itu, Kementan mengambil berbagai langkah untuk memperkuat pasar dan memperlancar distribusi telur dari daerah surplus ke wilayah yang masih membutuhkan pasokan. Salah satu yang ditempuh mendorong peningkatan pemanfaatan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui surat yang dikirim Ditjen PKH kepada Badan Gizi Nasional (BGN) pada 8 Mei 2026, pemerintah mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG, mengutamakan pembelian dari peternak lokal di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta memastikan pembelian dilakukan sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Usulan itu kemudian ditindaklanjuti BGN melalui Surat Edaran Nomor SE/01/06/V/2026 yang mendorong peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG serta penyerapan dari peternak lokal.

Perbaikan harga telur juga menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kementerian Perdagangan pada Kamis (4/6). Dalam rapat, pemerintah membahas percepatan penyerapan telur di daerah yang mengalami tekanan harga.

"Kemarin ada beberapa daerah, ya, terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur itu, kan, turun. Sehingga kita sudah berkoordinasi dengan BGN dan dengan Kepala BGN yang baru, bahwa SPPG, ya, di daerah tersebut diwajibkan untuk menyerap telur," ujar Mendag Budi Santoso.

Kata Budi, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan telur dalam berbagai program bantuan pangan apabila terjadi tekanan harga di tingkat peternak.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi mengatakan penurunan harga telur sebelumnya juga dipengaruhi perlambatan serapan selama periode libur panjang pada Mei lalu. Namun seiring normalnya aktivitas pasar, distribusi yang semakin lancar dan meningkatnya penyerapan, harga mulai bergerak naik.

Sinyal pemulihan turut dikonfirmasi Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sekretaris Bapanas Sarwo Edhy menyebut pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BGN untuk memperkuat penyerapan telur sesuai HAP sebesar Rp 26.500 per kg.

Menurutnya, saat harga telur di sejumlah wilayah Jawa Timur sempat turun hingga Rp 21.000-Rp 22.000 per kg, pemerintah segera melakukan intervensi melalui peningkatan penyerapan oleh SPPG.

Meski demikian, pemerintah menilai proses stabilisasi masih perlu terus dikawal karena harga di sejumlah daerah belum sepenuhnya mencapai tingkat yang diharapkan peternak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Indonesia Power Bidik Ekspansi Bisnis Energi ke Amerika Latin dan Karibia
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Real Madrid Siapkan Rp3 Triliun untuk Galactico Baru
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Jonatan Christie Angkat Bicara soal Ancaman Victor Lai di Final Indonesia Open 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus OTT KUPP Sungai Lumpur, Penyidik Kejati Sumsel Amankan 17 Bundel SPB
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Kasus Haji Ilegal dan Badal Haji Tidak Resmi, 24 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi
• 44 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.