Lagu Mas Bahlil Ganteng Jadi Sorotan Media Asing

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lagu viral berjudul 'Mas Bahlil Ganteng' yang sedang ramai di Indonesia kini turut menjadi sorotan media asing. Media terkemuka asal Singapura bernama The Straits Times menyebut karya berbasis kecerdasan buatan atau AI tersebut telah menggemparkan jagat internet.

Lagu jenaka tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia itu diulas secara khusus pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2026. The Straits Times merilis ulasan mendalam tersebut dalam artikel berjudul "Indonesia's latest AI-generated earworm is an ode to its energy minister".

"Sejak pertengahan Mei, Mas Bahlil Ganteng telah menyebar dengan cepat di TikTok, Instagram, dan grup WhatsApp," tulis laporan tersebut. Kehadiran lagu ini sukses menghasilkan video menari, animasi kartun lucu, hingga karya aransemen ulang yang tidak terhitung jumlahnya.

Para pengguna internet bahkan sudah membuat versi terjemahan ke dalam bahasa Inggris serta bahasa Mandarin. Beberapa kreator lain juga merekam versi cover menggunakan instrumen biola, musik remix ska, hingga nyanyian a cappella.

Ulasan asing tersebut menyebut bahwa lagu viral ini sebenarnya terinspirasi dari program Makan Bergizi Gratis. Program pemenuhan gizi tersebut merupakan agenda kebijakan unggulan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Para pengguna internet secara iseng mengubah MBG menjadi Mas Bahlil Ganteng," tulis The Straits Times dalam artikelnya. Identitas sosok utama yang pertama kali menciptakan lagu bernada ceria tersebut sejauh ini masih belum diketahui pasti.

Lagu ini dipastikan tidak muncul dari lingkaran kampanye politik formal ataupun media iklan politik berbayar. Format liriknya tampaknya disusun dari kumpulan komentar online tentang sang menteri lalu digabungkan dengan melodi buatan AI.

Baca Juga: Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Viral, Guru Besar Manajemen UI sebut Rakyat Lagi Pusing karena Impitan Ekonomi, Cari Hiburan yang Ringan

The Straits Times menilai fenomena unik ini berhasil mencerminkan sebuah ciri khas khusus dalam ruang wacana politik Indonesia. Masyarakat dinilai memiliki kecenderungan kuat untuk membahas isu-isu politik yang serius melalui media lelucon humor.

Kombinasi budaya pop serta penggunaan bahasa internet yang tersandi menjadi ruang baru bagi publik dalam merespons dinamika pejabat negara. Fenomena kreatif tersebut dipandang memiliki esensi yang jauh lebih luas daripada sekadar membicarakan sosok menteri Bahlil semata.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Megawati Nostalgia Masa Kecil Saat Pameran Seni Rupa Bung Karno di Bantul
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Kejati Jabar Sebut S Berstatus Tersangka Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Pembunuh Pedagang Cilok di Tangerang Ditangkap, Ternyata Ayah dan Anak
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
LPSK Siap Lindungi Saksi-JC di Kasus Korupsi BGN dan Imipas
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Harga Cabai Rawit Tembus Rp75.700 per Kilogram, Telur Ayam Rp30.400 Menurut PIHPS
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.