REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan pembangunan 222 gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia. Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa pembangunan ini mencakup daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dan diharapkan dapat meningkatkan akses makanan bergizi di wilayah tersebut.
Menurut Dody, pembangunan gedung SPPG ini dilakukan berdasarkan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kementerian PU bertugas melakukan survei kesiapan lahan dan mempercepat proses pembangunan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Proses serah terima aset kepada BGN sedang berlangsung, dan sebelum resmi diserahkan, BGN mungkin akan melakukan pengecekan terhadap fasilitas SPPG untuk memastikan semuanya siap digunakan.
Pembangunan SPPG di kawasan 3T termasuk dua gedung di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan Motamasin, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bertujuan memenuhi kebutuhan layanan gizi mendesak. Gedung di PLBN Wini dibangun di atas lahan 1.408,63 m² di Kabupaten Timor Tengah Utara, sementara gedung di PLBN Motamasin berdiri di atas lahan 1.469,12 m² di Kabupaten Malaka.
Fasilitas ini dilengkapi dapur utama, area cuci alat, gudang, ruang penyimpanan, tempat parkir, jaringan air bersih, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Terdapat pula infrastruktur pendukung seperti ruang panel dan tempat pembuangan sampah.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.