Pendaki Semeru Jalur Ilegal yang Terperosok ke Jurang 800 Meter Dievakuasi, Polisi Ingatkan Bahaya Jalur Purbakala

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Malang, tvOnenews.com – Proses evakuasi pendaki Gunung Semeru yang dilaporkan terperosok ke jurang sedalam sekitar 800 meter saat melintas melalui jalur ilegal Purbakala, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan berhasil menyelamatkan seluruh korban setelah operasi pencarian dan evakuasi yang berlangsung selama beberapa hari.

Korban diketahui bernama Ananda Cakra Bhirawa Krisna Murti Setiawan (18) yang melakukan pendakian bersama dua rekannya melalui jalur Purbakala pada Sabtu (30/5). Jalur tersebut diketahui bukan jalur resmi pendakian menuju Gunung Semeru.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan dari hasil penelusuran ketiga pendaki berangkat tanpa didampingi pemandu dan tetap melanjutkan perjalanan meski telah mendapat peringatan dari penjaga kawasan untuk tidak menggunakan jalur tersebut.

"Korban bersama dua rekannya melakukan pendakian melalui jalur Purbakala yang merupakan jalur tidak resmi. Sebelum berangkat mereka sudah diingatkan terkait medan yang sulit dan berbahaya, namun tetap melanjutkan perjalanan," ujar AKP Bambang.

Peristiwa itu mulai diketahui keluarga setelah korban tidak dapat dihubungi. Pada Senin (1/6), keluarga mendapat informasi dari salah satu rekan korban bahwa Ananda terjatuh ke jurang saat pendakian. Korban sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sebelum akhirnya komunikasi terputus.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Ampelgading, Basarnas, PMI, relawan kebencanaan, Sibat, serta unsur kesehatan langsung melakukan pencarian di lokasi yang berada di kawasan lereng Semeru.

AKP Bambang menjelaskan medan yang dihadapi tim sangat berat karena lokasi korban berada di area jurang curam dengan akses terbatas.

"Proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena kondisi medan sangat ekstrem. Tim harus berjalan berjam-jam untuk mencapai lokasi korban dan menggunakan sistem tali untuk proses pengangkatan dari dasar jurang," jelasnya.

Dalam operasi tersebut, dua pendaki berhasil dievakuasi lebih dahulu dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan penanganan medis. Sementara satu korban lainnya yang mengalami cedera patah kaki harus menjalani proses evakuasi lanjutan karena membutuhkan penanganan khusus.

Pada Jumat (5/6) tim gabungan kembali bergerak menuju lokasi korban yang mengalami cedera. Setelah proses pengangkatan menggunakan tali dari dasar jurang, korban akhirnya berhasil dievakuasi menuju Pos Tamanbali, Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanpa Perlu Antre SIM Card Lagi, Ini Cara Jitu Tekoneksi Internet di Luar Negeri
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Pedagang Cilok di Tangerang
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Refleksi Cita-cita Bung Karno, PDIP Desak Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Instruksi Prabowo Kepada Seskab Teddy Soal Sekolah Rakyat
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Polres Bone Gagalkan Tawuran Remaja, Amankan Senjata Tajam dan Miras di Jalan Gunung Klabat
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.