VIVA – Musim luar biasa yang dijalani Barcelona pada 2025/2026 ditutup dengan penghargaan bergengsi untuk salah satu bintang mudanya. Penyerang sayap muda Barcelona, Lamine Yamal, resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik La Liga musim 2025/2026.
Di usianya yang masih sangat muda, pemain kelahiran 13 Juli 2007 itu telah menjelma menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam perjalanan Barcelona meraih gelar juara Liga Spanyol.
Sepanjang musim 2025/2026, Yamal tampil konsisten dan menjadi motor serangan Blaugrana. Berdasarkan data La Liga, ia mencatatkan 16 gol dan 12 assist dari 28 pertandingan yang dimainkan.
Kontribusi tersebut membantu Barcelona mengakhiri musim dengan performa mengesankan. Tim asal Catalunya itu keluar sebagai juara setelah mengoleksi 94 poin dari 38 pertandingan.
- Dok. La Liga
Tak hanya menjadi kampiun, Barcelona juga tampil dominan dengan mencetak 95 gol sepanjang musim. Mereka bahkan mencatat rekor sebagai tim pertama dalam sejarah La Liga yang mampu memenangkan seluruh pertandingan kandang dalam satu musim kompetisi.
Keberhasilan Barcelona musim ini juga diwarnai penghargaan individu lainnya. Pelatih Hansi Flick sebelumnya telah terpilih sebagai Pelatih Terbaik La Liga 2025/2026 setelah sukses mengangkat performa tim secara signifikan.
Sementara itu, penjaga gawang Barcelona, Joan Garcia, meraih penghargaan penyelamatan terbaik musim ini berkat aksi gemilangnya saat menggagalkan peluang emas Pere Milla dalam laga melawan Espanyol.
Dari Anak Imigran Menjadi Bintang DuniaKesuksesan Yamal menjadi pemain terbaik La Liga semakin istimewa jika melihat perjalanan hidupnya. Lamine Yamal Nasraoui Ebana lahir di Spanyol dari keluarga imigran. Ayahnya, Mounir Nasraoui, berasal dari Maroko, sementara ibunya, Sheila Ebana, memiliki darah Guinea Khatulistiwa.
Di tengah latar belakang keluarga yang sederhana, bakat sepak bolanya mulai terlihat sejak usia dini. Barcelona kemudian merekrutnya ke akademi legendaris La Masia ketika usianya baru menginjak tujuh tahun.
Sejak berada di akademi, Yamal dikenal selalu bermain bersama kelompok usia yang lebih tua. Kemampuan teknik, visi bermain, dan kecerdasannya di lapangan membuat para pelatih menilai dirinya berbeda dibanding pemain seusianya.
Perkembangannya berlangsung sangat cepat hingga akhirnya masuk ke tim Barcelona Juvenil A atau kelompok U-19 pada musim 2022/2023. Penampilan impresif tersebut membuat pelatih Barcelona saat itu, Xavi Hernandez, memberinya kesempatan berlatih bersama tim utama.





