FBI Menggerebek Rumah Mewah Senilai Rp 630 miliar, Pebisnis Keturunan Iran Diduga Terlibat Penyelundupan Peralatan Terkait Program Nuklir

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Agen FBI pada Rabu pagi (3/6/2026) menggerebek sebuah rumah mewah senilai sekitar US$35 juta atau Senilai Rp 630 miliar di kawasan Newport Coast, California, dan menangkap seorang pengusaha teknologi warga Amerika keturunan Iran. Jaksa menuduh bahwa selama bertahun-tahun ia telah melanggar sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dengan secara diam-diam mengirimkan sejumlah besar peralatan buatan AS ke Iran. Sebagian peralatan tersebut diduga digunakan di fasilitas militer dan program terkait nuklir Iran.

Orang yang ditangkap adalah Jamshid Gomi, seorang pengusaha teknologi berusia 63 tahun yang berkewarganegaraan Amerika Serikat dan Iran.

Menurut jaksa, Gomi memiliki kewarganegaraan ganda Iran-AS dan merupakan pendiri sekaligus CEO sebuah perusahaan jaringan komputer yang berbasis di Tehran.

Ia dituduh selama lebih dari satu dekade secara diam-diam mengirim lebih dari 250 ton produk teknologi Amerika yang dikendalikan ekspornya ke Iran. Sebagian dari peralatan tersebut diduga digunakan di fasilitas yang berkaitan dengan militer dan program nuklir Iran.

Penyidik menyatakan bahwa Gomi diduga membeli peralatan-peralatan tersebut dalam jumlah besar, kemudian mengirimkannya melalui perusahaan cangkang yang berbasis di Dubai dan perusahaan logistik di Uni Emirat Arab untuk menyembunyikan tujuan akhir pengiriman, yaitu Iran.

Jaksa juga menuduh bahwa Gomi memperoleh keuntungan lebih dari US$10 juta per tahun dari bisnis tersebut. Namun, dalam laporan pajaknya kepada Internal Revenue Service (IRS), ia hanya melaporkan pendapatan tahunan kurang dari US$20.000.

Karena itu, ia juga diduga terlibat dalam pencucian uang dan penggelapan pajak.

Pihak kejaksaan menyatakan bahwa pemerintah akan menuntut pertanggungjawaban pidananya sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, jaksa juga akan mengupayakan penyitaan aset-aset yang terkait dengan kasus tersebut, termasuk rumah mewah senilai US$35 juta yang menjadi lokasi penggerebekan.

Laporan oleh Liu Jiajia, NTD Television, Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamendiktisaintek Dorong Politeknik Perkuat Kemandirian Teknologi dan Siapkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
• 9 jam lalupantau.com
thumb
5 Berita Terpopuler: Jadi Sorotan, Nasib PPPK Sudah Diputuskan Pemerintah & DPR, Diangkat atau Dialihkan ke Outsourcing?
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Jadwal Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U-19 2026: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tertekan Kurs, Pelaku Usaha Keramik Usul Skema Transaksi Gas Pakai Rupiah
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Melawan Normalitas Pelanggaran Integritas Akademik
• 1 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.