Sugiono Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, hari ini, Minggu (7/6/2026), menghadiri acara Indonesia-India Joint Commission Meeting ke-8, yang bertempat di Kota New Delhi, India.
Joint Commission Meeting merupakan wadah utama untuk menilai perkembangan Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara.
Pantauan suarasurabaya.net, Menlu RI bertemu Subrahmanyam Jaishankar Menteri Urusan Luar Negeri India, di depan pintu masuk Ruang Pertemuan Hotel Oberoi New Delhi, pukul 11.30 waktu setempat.
Kemudian, kedua menteri bersalaman dan melakukan sesi foto bersama, dengan latar belakang bendera masing-masing negara.
Selanjutnya, pertemuan berlangsung secara tertutup untuk media massa.
Sebelumnya, pada 14 Mei 2026, Sugiono dan Jaishankar bertemu menjelang agenda Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS, di New Delhi, membahas kemajuan kerja sama dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif serta lingkup ASEAN.
Kerja sama India-Indonesia terus berkembang secara konsisten, dengan keterlibatan aktif di berbagai inisiatif yang dipimpin ASEAN, khususnya Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-India periode 2026-2030.
Dialog Indonesia-India yang terus berlanjut mencerminkan besarnya arti hubungan bilateral dan keamanan kolektif di kawasan bagi kedua negara.
Sebagai negara demokrasi terbesar di Asia Tenggara dan Asia Selatan, India dan Indonesia memegang peran penting dalam dinamika kawasan.
Sekadar informasi, hubungan diplomatik Indonesia dan India sudah terjalin sejak 3 Maret 1951, yang berakar dari kedekatan sejarah, budaya, dan solidaritas anti-kolonialisme.
Terhitung mulai tahun 2018, hubungan bilateral Indonesia-India meningkat ke level Kemitraan Strategis Komprehensif.
Kerja sama bilateral kedua negara mencakup berbagai bidang. Antara lain, ekonomi, kesehatan, teknologi digital, pertahanan, serta sosial dan budaya.
Di bidang ekonomi, India adalah salah satu mitra dagang terbesar Indonesia di kawasan Asia Selatan.
Nilai perdagangan kedua negara terus meningkat dengan ekspor utama Indonesia ke India berupa minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan produk manufaktur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) RI, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Desember 2025 surplus 41,05 miliar Dollar AS.
Salah satu negara penyumbang surplus perdagangan Indonesia adalah India, yang tercatat sebanyak 14,49 miliar Dollar AS. (rid/ham)




