Ponorogo (beritajatim.com) – Seorang remaja berusia sekitar 15 tahun berhasil diselamatkan setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar 25 meter. Peristiwa itu, terjadi di dalam rumah warga di Dukuh Tenggang Krajan, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Proses evakuasi berlangsung dramatis, lantaran diameter sumur yang sempit dan kedalaman yang cukup ekstrem.
Peristiwa itu berawal saat ayah korban sedang membersihkan rumah bersama putranya yang bernama Abimanyu. Namun, tanpa disadari, terdapat sumur yang tengah dalam proses perbaikan di dalam rumah tersebut.
Setelah tidak melihat keberadaan anaknya, sang ayah berupaya mencari ke sejumlah titik di sekitar rumah. Kecurigaan kemudian mengarah ke sumur yang sedang diperbaiki. Untuk memastikan kondisi tersebut, Dia meminta bantuan tetangga melakukan pengecekan.
Pengecekan itu membuahkan hasil mengejutkan. Korban ditemukan berada di dasar sumur yang masih berisi air, dengan kedalaman sekitar 25 meter. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Jenangan dan Damkar Ponorogo yang selanjutnya diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.
Tim BPBD Ponorogo pun menerima laporan adanya kondisi membahayakan manusia tersebut. Setelah mendapatkan informasi itu, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Mereka pun langsung melakukan asesmen, sekaligus menyiapkan proses penyelamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun mengatakan pihaknya segera menerjunkan personel beserta peralatan vertical rescue untuk mengevakuasi korban dari dalam sumur yang memiliki diameter sekitar 80 sentimeter.
“Begitu menerima laporan, tim langsung menuju lokasi, melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat,” kata Masun, Minggu (7/6/2026).
Menurut Masun, proses penyelamatan melibatkan berbagai unsur mulai BPBD Ponorogo, Polsek Jenangan, Koramil, Polres Ponorogo, Satpol PP-Linmas, Damkar, relawan hingga warga sekitar. Kolaborasi tersebut mempercepat proses evakuasi sehingga korban dapat segera diangkat dari dasar sumur.
“Evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan. Peralatan vertical rescue dan peralatan pendukung lainnya digunakan untuk menjangkau korban yang berada di dasar sumur,” ungkapnya.
Meski korban berhasil diselamatkan, penyebab pasti bagaimana remaja tersebut bisa berada di dalam sumur masih belum diketahui. Hingga kini, peristiwa tersebut masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sumur, lubang galian maupun lokasi yang sedang dalam proses perbaikan, terutama yang berada di lingkungan rumah. Langkah pengamanan sederhana seperti pemasangan penutup dan pembatas dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang. (end/but)



