KOMPAS.TV - Setelah melontarkan keinginan untuk bertemu Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini justru memicu kontroversi baru dengan meremehkan skala perang yang melibatkan Iran.
Sinyal perdamaian di Timur Tengah masih tampak jauh dari kenyataan, di tengah berlanjutnya ketegangan antara Amerika Serikat, Iran, dan sekutunya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan sikap yang dinilai tidak konsisten terkait konflik dengan Iran.
Setelah sempat membuka peluang untuk bertemu Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, Trump muncul dengan pernyataan baru yang memicu perdebatan.
Trump menyebut konflik yang melibatkan Iran bukanlah perang besar, melainkan hanya sebuah latihan militer.
Menurut Trump, penyelesaian konflik dapat dicapai melalui kesepakatan diplomatik maupun langkah yang lebih keras.
Di sisi lain, Iran disebut telah menutup peluang pertemuan antara Trump dan Mojtaba Khamenei.
Selain karena alasan keamanan, situasi di Lebanon yang masih menjadi sasaran serangan Israel turut memperburuk hubungan kedua negara.
Iran menegaskan militernya siap menghadapi Amerika Serikat dan Israel apabila koalisi kedua negara tersebut terus melakukan serangan ke Lebanon.
Konflik di Timur Tengah pun dinilai masih jauh dari kata damai.
Amerika Serikat dan Iran masih terlibat aksi saling serang di sejumlah titik strategis, termasuk di kawasan Selat Hormuz, bahkan berdampak pada sejumlah negara di kawasan Teluk.
Pernyataan terbaru Donald Trump kembali menjadi sorotan di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut.
Perkembangan konflik ini akan diulas bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional dari Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja.
Baca Juga: Bahrain Klaim Berhasil Cegat Serangan Rudal dan Drone Iran | KOMPAS MALAM
#trump #iran #as #perang #timurtengah
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- iran
- perang iran
- donald trump
- as
- timur tengah
- negosiasi





