JAKARTA, KOMPAS.TV - Kualitas udara di Jakarta kembali berada pada kategori tidak sehat pada Minggu pagi (7/6/2026). Kondisi ini membuat masyarakat disarankan untuk mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan guna meminimalkan paparan polusi udara.
Mengutip data yang dirilis IQAir pada pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta tercatat berada di angka 164. Sementara itu, konsentrasi partikel halus PM2,5 mencapai 74,4 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut tercatat sekitar 14,9 kali lebih tinggi dibandingkan nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Baca Juga: Komentar Menkeu Purbaya Soal Anggaran Kunker Luar Negeri Presiden Prabowo
1. PM2,5 Jadi Ancaman bagi Kesehatan
PM2,5 merupakan partikel mikroskopis berukuran kurang dari 2,5 mikron yang berasal dari debu, asap, jelaga, serta berbagai sumber pencemaran lainnya.
Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga paru-paru. Paparan jangka panjang terhadap PM2,5 diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, gangguan paru-paru kronis, hingga kematian dini.
2. Jakarta Masuk Tiga Kota dengan Udara Terburuk
Pada Minggu pagi, Jakarta menempati posisi ketiga wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Berikut peringkat kualitas udara terburuk berdasarkan data IQAir:
- Tangerang Selatan, Banten: AQI 183
- Serpong, Banten: AQI 179
- Jakarta: AQI 164
Data tersebut menunjukkan bahwa kawasan Jabodetabek masih menghadapi tantangan serius terkait pencemaran udara.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- kualitas udara
- udara jakarta
- polusi udara
- pencemaran udara
- pm25 jakarta
- masker kesehatan





