Pesta Pernikahan Mewah Dua Lipa yang Digelar 3 Hari Nonstop Tuai Protes, Warga Merasa Kotanya Dikuasai Selebritas

tvonenews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Italia, tvOnenews.com - Pernikahan seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi pasangan yang menjalaninya. Namun, perayaan cinta penyanyi internasional Dua Lipa dan aktor Callum Turner justru memicu polemik di Italia setelah rangkaian pesta mewah mereka dituding mengganggu kehidupan warga setempat.

Pasangan yang sebelumnya diketahui telah resmi menikah dalam sebuah upacara sipil tertutup di London itu memilih Sicilia sebagai lokasi resepsi megah mereka. Selama tiga hari, sejumlah acara eksklusif digelar di Palermo dengan pengamanan ketat dan pengaturan khusus yang membuat sebagian masyarakat merasa tersisihkan dari ruang publik mereka sendiri.

Perayaan tersebut menarik perhatian tidak hanya karena kemewahannya, tetapi juga karena berbagai pembatasan yang diterapkan selama acara berlangsung. Beberapa titik ikonik di Palermo, termasuk Piazza Sant'Anna dan Piazza Croce dei Vespri, dilaporkan tidak dapat diakses masyarakat umum selama akhir pekan. Kondisi itu memicu keluhan dari warga yang sehari-hari menggunakan kawasan tersebut untuk beraktivitas.

Di sekitar Palazzo Valguarnera-Gangi yang disebut menjadi salah satu lokasi utama resepsi, aparat keamanan terlihat berjaga ketat. Sejumlah ruas jalan juga ditutup sementara untuk mendukung kelancaran acara yang dihadiri tamu-tamu VIP dari berbagai negara.

Tak hanya itu, otoritas setempat turut menerapkan zona larangan terbang drone demi menjaga privasi para tamu undangan. Beberapa laporan bahkan menyebutkan adanya permintaan kepada warga tertentu untuk menandatangani perjanjian kerahasiaan terkait jalannya acara.

Situasi tersebut memicu reaksi keras dari sebagian masyarakat Palermo. Bentuk protes mulai bermunculan di berbagai sudut kota. Puluhan poster berisi kritik terhadap penggunaan ruang publik untuk kepentingan pesta pribadi ditempel di sejumlah lokasi strategis.

"Palermo bukan untuk disewa. Alun-alun kami bukan ruang tamu kalian. Palermo bukan untuk orang kaya," bunyi sejumlah spanduk protes warga, dikutip Senin (8/6/2026).

Pesan tersebut ditulis dalam bahasa Italia dan Inggris sebagai bentuk sindiran terhadap penyelenggaraan pesta yang dianggap terlalu eksklusif. Meski beberapa poster sempat dicopot dan dibersihkan, aksi penolakan terus berlanjut.

Sejumlah warga kemudian menuliskan pesan serupa dalam bentuk grafiti di beberapa dinding kota. Aksi tersebut menunjukkan bahwa kemarahan sebagian masyarakat tidak mereda meski acara tetap berjalan sesuai rencana.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pria Sumenep Tipu Warga Modus Loloskan Jadi Polisi-PNS, Korban Rugi Rp 600 Juta
• 16 jam laludetik.com
thumb
Pembubaran Kemah Remaja Ahmadiyah di Karanganyar Dikecam Sejumlah Pihak
• 22 jam lalukompas.id
thumb
JAKIM hingga FIA Rallycross, Jurus DKI Genjot Sport Tourism
• 9 jam laludetik.com
thumb
Buka Penerimaan Doktor Terapan, PNUP Tawarkan Beasiswa Lengkap untuk Dosen Vokasi Kawasan Timur Indonesia
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Polri Tegaskan Tak Ada Jalur Titipan dalam Rekrutmen Akpol 2026
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.