BMKG: Gelombang Tsunami 18 Cm Sudah Terdeteksi di Sulut dan Maluku Utara Pascagempa M 7,7

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gelombang tsunami dengan ketinggian minor berkisar antara 9-18 centimeter sudah mulai tercatat di tiga lokasi pengamatan pascagempa tektonik magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, (8/6/2026), mengatakan bahwa tiga wilayah pesisir yang telah mendeteksi gelombang tsunami tersebut adalah Ulu Siau (Sulawesi Utara), Melonguane (Sulawesi Utara), serta satu titik pantau di wilayah Maluku Utara.

Meskipun anomali gelombang yang tiba saat ini masih tergolong kecil, BMKG meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk tidak menurunkan kewaspadaan dan tetap mematuhi arahan evakuasi yang berlaku.

Baca juga: Peringatan Dini Tsunami BMKG: Status Siaga di Manado, Gorontalo, Palu, hingga Ternate

Berdasarkan estimasi pemodelan tsunami yang dikeluarkan sebelumnya potensi puncak ketinggian gelombang di beberapa wilayah pesisir diproyeksikan dapat mencapai status Siaga hingga Awas.

Oleh karena itu, Nelly mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memantau pemutakhiran data gelombang laut secara berkala melalui kanal resmi institusi tersebut.

"Kami meminta seluruh masyarakat untuk terus memantau atau mengikuti informasi yang diberikan oleh BMKG karena menurut pemodelan, ada beberapa wilayah yang dari sisi pemodelan akan siaga, tinggi tsunaminya berkisar antara Siaga dan juga Awas," ujarnya.

Baca juga: BMKG Sebut Gempa M 7,7 di Mindanao-Filipina Diakibatkan Subduksi Lempeng

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

BMKG bersama beberapa instansi terkait saat ini masih melakukan pemantauan ketat secara waktu nyata terhadap data pasang surut (tide gauge) serta sensor pemantau tsunami lainnya guna memastikan keamanan pesisir di utara dan timur Indonesia.

Peringatan dini tsunami diumumkan secara resmi BMKG kurang dari 10 menit pascagempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi, Senin pagi pukul 06.37 WIB dengan pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara (sektor Mindanao, Filipina).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soroti Kasus Dugaan Korupsi BGN, MUI: Pengelola MBG Harus Miliki Integritas
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Pimpinan MPR: Nilai-nilai integritas harus ditanamkan sejak dini 
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Piala AFF U-19 2026: Nova Arianto Bongkar Rahasia Timnas Indonesia Taklukkan Vietnam
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Pahit di Kandang Sendiri, Indonesia Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemarin, OJK awasi delapan pindar hingga potensi pengecualian tarif AS
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.