BIAK, DISWAY.ID -- Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait mengintensifkan pencarian korban pascaledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Hingga hari ketujuh pasca kejadian, tim gabungan telah menemukan enam korban meninggal dunia. Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam pencarian.
Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua, AKBP Clief Gerald Philipus Duwith mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan proses penyisiran dan sterilisasi di area yang diduga menjadi pusat ledakan.
BACA JUGA:Razia Operasi Patuh Jaya 2026 Hari Ini Batal, Polri Fokus Persiapan Ini!
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyisiran yang dilakukan oleh Tim Jibom dan Gegana, area Ring 1 telah dinyatakan steril dari potensi bahan peledak aktif. Namun demikian, kami tetap merekomendasikan agar area tersebut tidak dimasuki masyarakat sampai seluruh proses penyelidikan dan pencarian korban selesai dilaksanakan," katanya kepada awak media.
Meski area sumber ledakan telah dinyatakan aman, aparat keamanan tetap memberlakukan pembatasan akses dan pengamanan ketat di sekitar lokasi untuk mendukung proses olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan.
Kemudian Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan menegaskan fokus utama saat ini adalah menemukan tiga korban yang masih hilang serta memastikan proses identifikasi korban berjalan maksimal.
"Fokus kami saat ini adalah melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan proses identifikasi korban dapat berjalan dengan baik. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki area yang masih menjadi lokasi pencarian maupun penyelidikan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan," tegasnya.
BACA JUGA:Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak, 5 Tewas dan 3 Orang Hilang
Area pencarian diperluas hingga radius sekitar empat kilometer dari titik ledakan, mencakup Ring 1 dan Ring 2.
Di sisi lain, seluruh korban luka telah didata oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor.
Saat ini mereka menjalani rawat jalan dan terus mendapatkan pemantauan dari tenaga kesehatan serta pihak RSUD Biak.
Lalu Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan pascaledakan.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan instansi yang telah bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian. Sinergi yang baik antarinstansi menjadi kunci dalam penanganan peristiwa ini, baik dalam proses pencarian korban, identifikasi, maupun pengamanan lokasi," ujarnya.
BACA JUGA:Financial Bermasalah, PSBS Biak Terancam Dicoret dari Super League
- 1
- 2
- »





