Bisnis.com, JAKARTA — Konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II Jateng 1 yang berlokasi di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes tengah dipercepat dan dibidik rampung pada akhir bulan ini dalam rangka mengejar penerimaan siswa tahun ajaran baru 2026/2027.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menyatakan bahwa realisasi proyek infrastruktur pendidikan terpadu tersebut menunjukkan tren positif. Dia optimistis konstruksi dapat rampung tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Progres pembangunan saat ini sudah hampir mencapai 55%. Kami akan terus kejar penyelesaiannya hingga akhir Juni 2026,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).
Meskipun demikian, Dody tidak menampik terdapat sejumlah tantangan teknis di lapangan, salah satunya terkait dengan hambatan pasokan material utama konstruksi.
Pihaknya mencatat kendala yang saat ini dihadapi oleh para pekerja di lapangan adalah masalah kelancaran suplai material baja.
“Untuk mengatasi hal tersebut, kami melakukan koordinasi intensif dengan pihak distributor guna memastikan kelancaran distribusi material dan menjaga target penyelesaian pembangunan,” jelasnya.
Baca Juga
- Sekolah Rakyat Prabowo: Target 100.000 Siswa, Teddy Diminta Cari Lahan
- Prabowo: Sekolah Rakyat untuk Membantu Warga Susah dan Tak Berdaya
- Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat, Akan Tampung 100.000 Siswa Tahun Depan
Sementara itu, dalam rangka memangkas waktu pengerjaan, Kementerian PU bersama para pemangku kepentingan melakukan penyesuaian metode konstruksi dengan mengadopsi struktur baja pada sebagian bangunan.
Strategi ini diklaim mampu memangkas durasi pengerjaan struktur secara signifikan, dari yang semula membutuhkan waktu sekitar 180 hari menjadi hanya 48 hari saja.
Sebagai informasi, proyek Sekolah Rakyat di Brebes ini menelan nilai kontrak sebesar Rp244,69 miliar. Pengerjaannya dilakukan oleh kontraktor pelaksana KSO WIKA–WEGE–APIK.
Adapun, lingkup pekerjaan mencakup kawasan pendidikan terpadu dengan total luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi. Fasilitas yang dibangun mulai dari gedung sekolah (SD, SMP, SMA), asrama, rusun guru, hingga sarana olahraga.
"Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan Sekolah Rakyat ini agar dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik," pungkas Dody.





