Pemerintah Bidik Biaya Logistik Nasional Turun hingga 12,5% PDB

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan pemerintah menargetkan penurunan biaya logistik nasional hingga mencapai 12,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2029.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan efisiensi ekonomi sekaligus memperkuat daya saing nasional.

"Tujuan kami sederhana, bagaimana biaya logistik semakin efisien, konektivitas antardaerah semakin kuat, investasi dan lapangan kerja semakin tumbuh, serta distribusi barang dan layanan publik dapat menjangkau masyarakat dengan lebih baik," ucap AHY dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut AHY, pemerintah juga mendorong berbagai peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, transfer pengetahuan dan teknologi, serta penguatan kapasitas industri transportasi nasional agar lebih siap menghadapi tantangan pada masa mendatang.

Ia menilai Indonesia perlu terus membuka ruang kolaborasi di tengah berbagai tantangan ekonomi global guna memperkuat daya saing nasional. Fokus utama dari setiap kerja sama bukan semata pada mitra yang terlibat, melainkan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
  Baca juga: Urai Penumpukan Kontainer, Purbaya Minta Bongkar Muat Tanjung Priok Beroperasi 24 Jam

(Ilustrasi industri logistik. Foto: dok Metrotvnews.com)
  Transportasi jadi urat nadi penghubung seluruh wilayah Nusantara
AHY menegaskan transportasi memiliki peran strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa.

"Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa. Bagi kami, transportasi adalah urat nadi yang mempersatukan bangsa dan menghubungkan seluruh wilayah Nusantara," papar AHY.

Ia menjelaskan pembangunan konektivitas nasional tidak dapat hanya mengandalkan infrastruktur jalan tol. Sistem transportasi laut dan udara juga harus diperkuat untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang secara lebih efektif.

Menurut AHY, pendekatan pembangunan infrastruktur Indonesia berbeda dengan negara-negara kontinental yang bertumpu pada jaringan transportasi darat. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memerlukan strategi konektivitas yang lebih komprehensif dan terintegrasi.

Penguatan konektivitas antarpulau, lanjut dia, menjadi faktor penting untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menekan biaya logistik nasional. Tanpa sistem transportasi yang terintegrasi, distribusi barang dan jasa akan tetap mahal dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akhir Kasus WO Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara
• 19 jam laludetik.com
thumb
Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasihat Presiden, Chatib Basri Ikut Masuk Kabinet?
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Level Baru Nih, Rupiah Udah Tembus Rp18.120/USD
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Bisa Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Update Pencarian Korban Ledakan Bom Biak, 10 Sampel DNA Diperiksa
• 16 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.