Didukung BI, Kampung Organik Brenjonk Tembus Ritel Modern di Jatim

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA - Kampung Organik Brenjonk di Desa Penanggungan, Trawas, Mojokerto, terus memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan di Jawa Timur lewat integrasi budidaya tanaman organik bersertifikasi dengan sektor pariwisata. Inovasi ini terbukti mampu mendongkrak ekonomi dari 109 anggota komunitas sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah aglomerasi Surabaya Raya.

Slamet Pembina Kampung Organik Brenjonk mengungkapkan bahwa komunitas yang didirikannya sejak 2007 ini telah bertransformasi dari sekadar kelompok tani menjadi unit kewirausahaan sosial yang mandiri. Dengan fokus pada aspek kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, Brenjonk saat ini telah menjadi pemasok tetap komoditas organik untuk jaringan ritel modern dan industri hotel, restoran, dan kafe (horeka).

"Mimpi kita, jadi produknya ibu-ibu di sini bisa sejajar dengan produknya almarhum Bob Sadino. Jadi, itu menjadi satu kebanggaan karena selama ini petani kecil memang untuk mendapat akses untuk pasar premium sangat-sangat terbatas," ujar Slamet saat ditemui Bisnis.

Dalam upaya meningkatkan efisiensi di sisi hulu, Kampung Organik Brenjonk mulai menerapkan teknologi digital farming. Melalui dukungan Bank Indonesia (BI), komunitas ini kini memanfaatkan drone sprayer untuk aplikasi pupuk cair dan agen hayati pada lahan anggotanya.

Langkah digitalisasi ini menyokong praktik budidaya organik yang ketat, di mana produktivitas rata-rata lahan mampu terjaga di angka 5 hingga 6 ton per hektar. Selain itu, Brenjonk sendiri juga memiliki laboratorium kecil untuk perbanyakan sembilan jenis mikroba guna memastikan stabilitas ekosistem tanah.

"Bumi itu sudah ditata sedemikian rupa. Sistem perairan organik itu kita memperkaya mikroba dalam tanah, biota tanah. Cacing-cacing itu tetap tumbuh ideal bagus karena mereka sebenarnya itu relawan yang bekerja 24 jam tanpa harus kita gaji," imbuh Slamet.

Di sisi hilir, Brenjonk juga telah mengantongi sertifikasi organik berstandar SNI, yang memungkinkan produk mereka dapat menembus rak retail premium di kota besar. Produk utama yang dipasarkan mencakup 45 jenis hasil bumi, mulai dari beras (putih, merah, hitam, coklat), sayuran, dan buah-buahan.

“Sayur itu yang kita pasok bermacam-macam ya. Ada caisim, kailan, siomak, bayam merah, bayam hijau, lettuce, ada tomat ceri, tomat sayur, timun, Lalu kalau buah-buahan ini lebih banyak pisang, pisang ambon, pisang berlin, salak, labu madu, hingga rimpang,” ungkapnya.

Setiap pekannya, Slamet menyebut pihaknya telah mendistribusikan produk ke Surabaya dan Mojokerto, termasuk ke jaringan Ranch Market, Hokky, Papaya, hingga 45 gerai Superindo di Jawa Timur. Strategi ini berhasil memberikan harga jual yang lebih kompetitif bagi para petani dibandingkan pasar konvensional.

“Kalau Senin, kita kirim ke Surabaya. Salah satunya ke Ranch Market, Hokky, Papaya, lain-lain. Kemudian untuk Jumat, kita kirim ke Superindo. Kebetulan gudang Superindo Jatim di Mojokerto. Jadi, kita distribusi 45 toko di Jawa Timur yang khusus organik. Jadi, kami senang itu, khususnya yang di Mojokerto tergolong dekat, dan cost transport-nya rendah,” tuturnya.

Bank Indonesia telah menjadi mitra strategis Kampung Organik Brenjonk sejak 2018, dengan memberikan berbagai intervensi. Mulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga infrastruktur fisik. Dukungan ini memicu lahirnya unit edu wisata dan kuliner organik yang kini menjadi motor baru ekonomi desa.

Slamet menyebut lebih dari 11.000 orang telah berkunjung untuk belajar mengenai sistem budidaya organik. Selain itu, kawasan wisata kuliner yang dikembangkan secara kolaboratif telah menarik sekitar 8.500 pengunjung per bulan dengan perputaran uang mencapai Rp300 juta dan menyerap tenaga kerja dari 50 pemuda setempat.

"Sejak ada intervensi dari Bank Indonesia, terhitung sudah ada 11.000 orang yang datang untuk melakukan edukasi. Ada 50 anak-anak muda yang bisa bekerja. Itu sedikit cerita keberhasilannya," pungkas Slamet.

Melalui perpaduan antara kearifan lokal, perlindungan sumber daya air, dan teknologi modern, Kampung Organik Brenjonk saat ini menjadi role model bagi pengembangan klaster pangan yang tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Jawa Timur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keanu Angelo Dicecar 25 Pertanyaan Terkait Bentuk Kerjasama dengan Hanania Group
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Posko SPMB Terima Aduan dari Wali Murid
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
125 Tahun Melayani Negeri, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Sejumlah SPPG di Jeneponto Berhenti Beroperasi, Tanda Tanya Afiliasi dengan Eks Pimpinan BGN?
• 13 jam laluterkini.id
thumb
Optimalkan Perjanjian Dagang, Kemendag dan Kadin Perkuat Sinergi Dongkrak Pasar Ekspor
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.