FDC Dental Clinic (FDC) meningkatkan layanan kesehatan gigi melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Berkolaborasi dengan Google Cloud dan mitra teknologi Tridorian, FDC berhasil mengurangi waktu pemesanan jadwal pasien dari yang sebelumnya dapat mencapai satu jam menjadi hanya sekitar 15 detik.
Founder dan CEO FDC drg Ita Lestari, mengatakan sebagai jaringan klinik gigi yang berbasis teknologi dan fokus pada pengalaman pelanggan, FDC terus berusaha untuk memberikan pengalaman layanan yang lebih cepat, mudah, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan AI menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pengalaman pasien. Sebelumnya, proses pemesanan jadwal pasien dilakukan melalui sistem chatbot yang dikelola secara manual oleh tim internal. Dengan semakin banyaknya jumlah pasien, antrean permintaan bisa mencapai ribuan pada satu waktu, sehingga pasien harus menunggu hingga satu jam untuk mendapatkan jadwal konsultasi dengan dokter gigi.
Untuk menghadapi permasalahan itu, FDC kemudian mengembangkan sistem pemesanan pintar berbasis Vertex AI dan Gemini dari Google Cloud,
“Dengan sistem ini, kini pasien bisa merasakan pengalaman lebih nyaman melalui aplikasi, memilih klinik yang diinginkan, dan menyelesaikan pembayaran uang muka hanya dalam hitungan detik. Teknologi AI juga memungkinkan interaksi yang lebih humanis disesuaikan dengan kearifan lokal, yang didukung bahasa dan budaya masyarakat Indonesia," ujar drg Ita.
Menurut drg Ita, saat ini, FDC telah melayani lebih dari 1,5 juta pengguna melalui platform aplikasi digital, mengoperasikan puluhan klinik di berbagai kota di Indonesia.
"Dengan dukungan teknologi AI, FDC optimis dapat mempercepat pencapaian target ekspansi lebih dari 100 klinik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi yang berkualitas dan terjangkau,” tutup drg Ita Lestari.
Sementara itu, Chief Technology Officer (CTO) FDC, M. Reza Avesena, menjelaskan bahwa transformasi digital yang dilaukan FDC memiliki pengaruh besar pada efisiensi operasional perusahaan. Jika sebelumnya satu agen hanya dapat menangani satu klinik, kini satu agen dapat mendukung operasional hingga 30 klinik sekaligus.
"Peningkatan efisiensi ini membuat FDC bisa menawarkan layanan kepada lebih banyak pelanggan atau masyarakat tanpa mengurangi kualitas pelayanan," katanya.
menurut Reza, selain membantu pada pelayanan pasien, implementasi teknologi AI yang diterapkan juga dapat digunakan dalam proses rekrutmen karyawan untuk membantu mempercepat ekspansi layanan klinik FDC di seluruh Indonesia.
“Saat ini, tim Human Resources dapat menyeleksi ratusan curriculum vitae (CV) dalam waktu yang sebelumnya hanya cukup untuk meninjau satu CV secara manual. Hal ini mempercepat proses pencarian talenta terbaik yang dibutuhkan perusahaan.”
Reza menambahkan dalam membangun arsitektur infrastruktur IT berbasis AI, FDC bekerja sama dengan Google Cloud dan Tridoria dan menjalankan platform digitalnya melalui Cloud Run dari Google Cloud yang memiliki kemampuan otomatis menyesuaikan kapasitas sesuai kebutuhan.
Teknologi ini menunjukan hasil yang dapat mengurangi biaya infrastruktur perusahaan hingga 35 % dan juga memastikan sistem tetap dapat diandalkan dalam melayani pertumbuhan jumlah pasien dan ekspansi bisnis.
Ke depan, lanjutnya, FDC akan terus memanfaatkan inovasi teknologi untuk memperluas akses layanan kesehatan gigi yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia.





