MBG di Kepri Mendadak Berhenti, Ribuan Siswa dan Balita Tak Lagi Terima Jatah Makan

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BATAM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Riau (Kepri) dihentikan sementara mulai Senin 8 Juni 2026 akibat dana operasional yang belum cair dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Penghentian program MBG tersebut berdampak pada seluruh penerima manfaat, baik balita yang terdaftar di Posyandu maupun siswa sekolah yang selama ini menerima jatah makanan.

Kader Posyandu Surya Mawar Asri, Batam Centre Sri (30) mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa distribusi MBG tidak lagi dilakukan mulai hari ini, Senin (8/6/2026).

"Hari ini tidak ada. Informasinya mulai hari ini MBG dihentikan sementara, tetapi sampai kapan kami belum mendapat kepastian," kata Sri di Batam, Senin.

Menurut dia, Posyandu Surya Mawar Asri yang berada di Perumahan Bida Asri I selama ini melayani sekitar 19 balita aktif setiap bulan yang rutin menerima manfaat program tersebut bersamaan dengan kegiatan penimbangan dan imunisasi. "Semuanya rutin dapat MBG," ujarnya.

Selain Posyandu, penghentian program juga dirasakan oleh sejumlah sekolah di Batam. Beberapa sekolah telah menyampaikan pemberitahuan kepada orang tua siswa agar menyiapkan bekal makanan dari rumah.

Baca Juga

  • Menjaga MBG dari Kebocoran, Perlukah Upaya Tambahan Anggaran?
  • Pasca-penangkapan Dadan Cs, Pakar Desak Pembenahan Total Regulasi & Tata Kelola Anggaran MBG
  • OECD Sarankan Prabowo untuk Evaluasi Penerima MBG hingga Subsidi Energi

Dalam pengumuman yang beredar, pihak sekolah menyebutkan bahwa program MBG tidak dapat diberikan hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam Defri Frenaldi membenarkan penghentian sementara program tersebut. "Sesuai edaran," katanya singkat.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat Dr. Syartiwidya menjelaskan bahwa penghentian operasional dilakukan karena dana produksi dan operasional dari BGN belum tersedia.

"Anggaran belum cair, makanya diberhentikan sementara," katanya.

Keputusan tersebut tertuang dalam Berita Acara Penghentian Sementara Operasional Dapur Nomor: 001/BA/SPPG Sei.Pasir/1/VI/2026 yang diterbitkan pada Sabtu (6/6/2026) pukul 15.00 WIB.

Dia menjelaskan, ketiadaan anggaran membuat dapur penyedia MBG tidak dapat membeli bahan baku produksi maupun membayarkan insentif relawan yang bertugas dalam pelaksanaan program.

Hingga saat ini belum ada kepastian kapan program akan kembali berjalan. "Belum bisa ditentukan. Nanti akan dikoordinasikan lagi," ujar Syartiwidya.

Operasional layanan MBG akan kembali dilaksanakan setelah dana dari Badan Gizi Nasional diterima dan seluruh kebutuhan produksi dapat dipenuhi kembali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TAUD Ragukan Peradilan Militer Beri Vonis Berat ke 4 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
• 7 jam lalukompas.com
thumb
BRIN Deteksi Sinyal Awal Upwelling Musim Timur di Perairan Selatan Indonesia
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Daftar 4 Pejabat Negara Dilantik Presiden Prabowo Sore Ini
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gaji Besar tapi Selalu Kurang dan Gelisah: 5 Biang Keladi Rezeki Tak Berkah Menurut Al-Ghazali
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Peluru Nyasar Lukai Mahasiswi UNP Berasal dari Latihan Tembak TNI
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.