Grup band Slank baru saja merilis album terbaru berjudul Republik Fufufafa. Album ke-26 dari grup yang beranggotakan Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho Hafiedz, dan Abdee Negara itu sarat akan kritik sosial.
Bimbim menceritakan bahwa hampir setengah materi di album tersebut berisikan tentang kritik sosial. Republik Fufufafa, PPN 12%, sampai Jangan Rakus menjadi beberapa lagu yang menggambarkan kritikan Slank terhadap pemerintah dan kondisi sosial saat ini.
"Empat (lagu bertema kritik sosial), iya empat. Ada satu lagu lagi lagu Kaka yang judulnya 'Jangan Rakus'. Itu juga soal kritik. Hari-hari ini kita dikasih tontonan yang apa namanya, tentang korupsi ya," kata Bimbim di kawasan Potlot, Jakarta Selatan.
"Korupsi kan base-nya emang lu merasa kurang aja sampai lu akhirnya butuh untuk korupsi gitu. Lagu korupsi nakal. Kawin lagilah (tertawa). Empat ada empat," tambahnya.
Sejumlah pihak menyambut baik kehadiran album terbaru Slank ini. Mereka bahkan menyebut bahwa Slank sudah kembali ke 'setelan pabrik'.
Namun, Bimbim menekankan bahwa selama ini Slank tak pernah ke mana-mana. Menurutnya, Slank selalu berusaha menghadirkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman.
"Enggak ada, Slank enggak ke mana-mana. Kita selalu percaya don't change the winning team. Bahwa kita punya formula, kita punya resep ya. Kayak Restoran Padang kan dari zaman kapan enggak berubah-ubah," ungkap Bimbim.
"Tapi tema dan apa yang kita omongin itu yang berkembang mengikuti zaman. Kalau bicara tentang aransemen kita enggak berubah, kita stick to recipe. Dan kita percaya sih musik tuh bisa tembus zaman ya," sambungnya.
Selain soal kritik sosial, Slank juga menghadirkan sejumlah tema lain di album tersebut. Tema lingkungan hingga lagu cinta membuat album tersebut makin berwarna.
"(Ada lagu) curhat gue soal bokap satu. Ada yang nakal-nakal juga," tukasnya.
Lebih lanjut, Bimbim mengungkapkan tantangan dalam proses penggrapan album tersebut. Salah satunya karena proses rekama dilakukan selama bulan suci Ramadhan tahun 2025 lalu.
"Jadi kita bener-bener rekamannya di saat bulan puasa. Begitu Magrib, buka bareng dan bubar gitu. Jadi besok pagi datang lagi. Jadi bener-bener di saat kita enggak makan apa-apa rekaman," tutup Bimbim.
Album Republik Fufufafa kini telah resmi dirilis. Secara aransemen musik, Sank menghadirkan variasi genre yang fresh. Mulai dari rock alternative, rock n’ roll, hingga ballad melankolis yang menghanyutkan. Dari segi penggunaan lirik dalam lagu-lagunya, album ini memang terasa sederhana namun kuat dalam makna.





