Larang Kepala Daerah Rekrut Tenaga Honorer Baru, Mendagri: Akan Jadi Beban

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jika tenaga honorer yang dibutuhkan itu merupakan guru, atau orang yang bekerja di bidang kesehatan, mereka masih bermanfaat.

Larang Kepala Daerah Rekrut Tenaga Honorer Baru, Mendagri: Akan Jadi Beban

IDXChannel - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara tegas melarang seluruh Kepala daerah untuk membuka rekrutmen tenaga honorer baru di daerahnya.

Hal ini ditegaskan Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, Senin (8/6/2026).

Baca Juga:
Dukcapil Kemendagri Ingatkan Masyarakat Tak Sembarangan Foto Kopi e-KTP, Picu Kebocoran Data

"Di belanja, di postur belanja, ya opsinya nomor satu adalah mengurangi pegawai atau menahan pegawai. Artinya tidak ada rekrutmen baru, apalagi tenaga honorer. Honorer sudah dimoratorium," kata Tito dalam rapat.

"Ini mohon betul untuk seluruh kepala daerah ya. Harus tegas tidak ada tenaga honorer baru," lanjutnya.

Baca Juga:
11 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK , Wamendagri: Ini Alarm Keras

Tito menjelaskan, jika tenaga honorer yang dibutuhkan itu merupakan guru, atau orang yang bekerja di bidang kesehatan, mereka masih bermanfaat.

Namun, kata dia, untuk honorer yang bekerja di bidang administrasi, seringkali mereka tidak kompeten dan tak memiliki kapabilitas. 

Baca Juga:
Awasi Perusahaan Pelat Merah Daerah, Mendagri Tito Usul Pembentukan Dirjen BUMD

Tito menyebut, para honorer yang menumpuk ini kerap meminta kepastian, apakah mereka akan diangkat menjadi PPPK atau PNS.

Baca Juga:
Mendagri Keluarkan Surat Edaran Instruksikan Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik

Ketika tidak menemui titik terang, para honorer pun melakukan aksi demo, sehingga akhirnya diakomodir pemerintah. 

"Diakomodir nanti Ibu Menpan bisa menjelaskan karena demonya banyak tempat Ibu Rini waktu itu. Kemudian diakomodir, diangkat tapi dengan seleksi. Akhirnya menjadi beban dan ditentukan dibayar, dibiayai oleh APBD saat itu," katanya. 

"Untuk rekan-rekan kepala daerah, tolong jangan ada lagi dulu penambahan honorer, karena akan menjadi beban. Beban biaya belanja pegawai dan jadi beban kepala daerah berikutnya. Buang waktu," kata Tito.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profesi Ini Tak Perlu Gelar Sarjana tapi Digaji Rp400 Jutaan
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Lubang Bekas Tambang Menelan Korban Jiwa Lagi, Yulian Gunhar: Ini Bukan Kejadian Biasa
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Viral! Paspor Bekas Jemaah Haji Berserakan di Halte Bus BSD Diduga Dibuang, Imigrasi Tangerang Lakukan Pendalaman
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Dua Direksi Mengundurkan Diri, KB Bank (BBKP) Jadwalkan RUPS
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Jadi Brand Ambassador Susu Formula, Denny Sumargo Ungkap Pengalaman Lengkapi Nutrisi Putri Kecilnya
• 4 jam laluintipseleb.com
Berhasil disimpan.