Lubang Bekas Tambang Menelan Korban Jiwa Lagi, Yulian Gunhar: Ini Bukan Kejadian Biasa

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Aktivitas pertambangan PT ECI di Samarinda, Kalimantan Timur mendapat sorotan setelah kematian Muhammad Aji Wardana (29) yang tenggelam di lubang bekas tambang perusahaan tersebut, Sabtu (6/6/2026).

Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar mendesak penghentian total seluruh aktivitas pertambangan perusahaan tersebut.

BACA JUGA: IPW Ungkap Eks Kapolda Kalbar Irjen Pipit Rismanto Diperiksa Propam Terkait Kasus Tambang Bauksit

Menurut Gunhar, korban terakhir menambah jumlah korban jiwa di lubang tambang itu menjadi 53 orang.

Muhammad Aji bahkan korban keempat yang tewas di area tambang milik PT ECI setelah sebelumnya Nadia Zaskia Putri (2014), Dias Mahendra (2016), dan Edi Kurniawan (2016) juga meninggal di lokasi yang sama.

BACA JUGA: Bupati Muara Enim Edison Kena OTT KPK

"Empat korban jiwa di area perusahaan yang sama, ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa." kata dia, Minggu (7/5/2026).

Gunhar menyebut pemerintah harus segera bertindak tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas pertambangan PT ECI sampai investigasi menyeluruh dilakukan oleh pihak berwenang.

BACA JUGA: Prabowo: Saya Sering Diejek, Enggak Apa-Apa

"Saya mendesak seluruh aktivitas PT ECI dihentikan sekarang juga. Tidak boleh ada operasi sebelum investigasi tuntas " ucapnya.

Gunhar menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan produksi dan keuntungan perusahaan.

"Nyawa manusia lebih penting daripada target produksi dan keuntungan tambang," kata dia.

Legislator PDIP itu juga meminta Kementerian ESDM, Inspektur Tambang, serta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan tambang, sistem pengamanan area, pelaksanaan reklamasi, dan kewajiban pascatambang perusahaan.

Dia mengatakan fakta bahwa korban terus berjatuhan menunjukkan adanya persoalan serius yang harus dibongkar secara transparan.

"Puluhan jiwa yang telah menjadi korban, adalah bukti bahwa ada masalah besar yang belum diselesaikan," ujar Gunhar.

Selain itu, dia juga mendesak kepolisian mengusut kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum yang menyebabkan hilangnya nyawa masyarakat.

"Jika ada kelalaian, siapa pun yang bertanggung jawab harus diproses hukum tanpa kompromi," kata Gunhar.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebih dari 30 Balon Udara Warna-Warni Hiasi Langit di Kazakhstan | BERITA UTAMA
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Gelisah saat Temui Napi, Pengunjung Lapas Banceuy Bandung Ternyata Simpan Sabu dalam Anus
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Indra-Joaquin runner-up, Merah Putih tutup Indonesia Open nirgelar
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Bantah Penerapan Skema Gross Split di Minerba, Bahlil: Tidak Ada Perubahan Aturan!
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jepang Tiba-Tiba Gelar Latihan Militer, Pamer Senjata Hipersonik Baru
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.