Gen Z dan Gambang Kromong, Merawat Warisan Betawi Lewat Teknologi

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Suara alat musik tradisional gambang dan denting kromong berpadu mengalun dari sebuah sanggar di sudut Pengadegan Timur Raya, Jakarta Selatan.

Denting suara musik tradisional itu berasal dari grup gambang kromong Sanggar Silibet yang tengah berlatih pada, Kamis (4/6/2026) sore.

Proses latihan itu tak sekedar untuk meningkatkan kekompakan dan menyeragamkan alunan nada, tetapi juga direkam video menggunakan ponsel dan diunggah ke media sosial.

Ketua Divisi Gambang Kromong Hastomo Cahyo (28) mengatakan, melestarikan musik tradisional tersebut tidaklah mudah.

Baca juga: Dulu Menolak, Kini Mendunia: Kisah Wawan Cucu Mpok Nori Menjaga Warisan Gambang Kromong

Namun, berkat kehadiran media sosial, mereka terbantu untuk membuat gambang kromong dapat terus eksis di tengah masyarakat.

"Dengan adanya media sosial seperti TikTok, itu sangat membantu. Pernah ada lagu Betawi yang viral dan itu membuat kesenian ini kembali naik," ungkap Hastomo ketika diwawancarai di Sanggar Silibet, Kamis.

Oleh karena itu, ia selalu merekam setiap kali kelompok gambang kromongnya tampil dan kemudian diunggah ke berbagai media sosial sebagai promosi dan edukasi.

Ketua Sanggar Silibet Ramdani (43), juga mengaku tantangan terbesar untuk melestarikan budaya Betawi seperti gambang kromong adalah kemajuan teknologi.

Baca juga: Gambang Kromong Tetap Bergema di Tangan Gen Z

"Tantangan utamanya sudah pasti perkembangan zaman dan teknologi. Adaptasi kami adalah mengikuti arus teknologi tersebut, kami membuat media sosial dan situs web," ucap Ramdani ketika berbincang di lokasi, Kamis.

Setiap proses latihan berbagai kesenian Betawi di Sanggar Silibet selalu direkam video dan kemudian diunggap di media sosial.

Dengan diunggah ke media sosial, kata Ramdani, bisa memberitahu banyak orang bahwa kesenian gambang kromong dan lening masih ada sampai saat ini.

Berinovasi

Tidak hanya memanfaatkan media sosial, upaya Sanggar Silibet mencegah kepunahan gambang kromong adalah dengan terus berinovasi.

Baca juga: Asal Daerah Alat Musik Tradisional Gambang Kromong

Kini instrumen musik gambang kromong yang dimainkan Sanggar Silibet tidak hanya klasik dengan alat-alat musik tradisional.

Namun, juga dipadupadankan dengan alat-alat musik modern lain, seperti drum, gitar, keyboard, saksofon dan bass.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Silibet cepat dikenal karena kami berani keluar jalur tanpa menghilangkan pakem yang sudah ada," sambung Ramdani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Raymond/Joaquin Ukir Prestasi Level Dunia di Final Indonesia Open 2026, Harapan Baru Bulu Tangkis Indonesia
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Rupiah Makin Melemah, Tembus ke Rp 18.200 per Dolar AS
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Bahlil soal Pembentukan Bursa Mineral: Masih Cari Formula
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Bocoran: Persija Jakarta Modali Shin Tae-yong Rp540 Miliar untuk Belanja Pemain demi Target Juara
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Gambang Kromong Tetap Bergema di Tangan Gen Z
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.