Jakarta: Seorang siswa Jakarta Intercultural School (JIS) kelas 8 melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek Water Guardian di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembangunan fasilitas akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program tersebut merupakan inisiatif sosial dan lingkungan yang dikembangkan oleh siswa bernama Darren Ismaya Karmaina. Darren mengaku tergerak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses air bersih yang berkelanjutan.
Program Water Guardian lahir dari kepeduliannya terhadap masih adanya keluarga yang menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.
Melalui pendekatan edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan fasilitas sederhana yang sesuai kebutuhan warga, proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Selain pembangunan fasilitas air bersih, program ini juga mencakup edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, penggunaan air yang bertanggung jawab, serta pentingnya menjaga lingkungan demi keberlanjutan sumber daya air.
"Water Guardian bukan hanya tentang menyediakan akses air bersih, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan lingkungan dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan," kata Darren Ismaya Karmaina, Senin, 8 Juni 2026.
Baca Juga :
Kekeringan Bondowoso, 10 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak
Bagi Darren, proyek ini merupakan bentuk nyata dari semangat kepemimpinan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Sebagai seorang pelajar, ia percaya bahwa setiap individu, termasuk generasi muda, memiliki kemampuan untuk menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitarnya.
Masyarakat Kemayoran menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap proyek Water Guardian dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperluas dampak program sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.
"Melalui proyek Water Guardian, Darren menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Alex, warga Kemayoran.
Seorang siswa Jakarta Intercultural School (JIS) kelas 8 melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek Water Guardian di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Istimewa
Program ini menjadi contoh bagaimana generasi muda dapat berkontribusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6: Clean Water and Sanitation atau Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Peletakan batu pertama yang dilaksanakan menjadi tonggak penting dalam perjalanan Water Guardian menuju visi jangka panjangnya. Visi tersebut adalah menghadirkan solusi akses air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan serta menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.




