Jumat Sunyi Presiden Soeharto...

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama 32 tahun memimpin Indonesia, Soeharto lebih banyak dikenang melalui pidato-pidatonya, kebijakan pembangunan, serta berbagai keputusan politik yang membentuk perjalanan bangsa.

Di hadapan publik, Presiden ke-2 RI itu tampil sebagai sosok yang tegas dan penuh perhitungan.

Namun, di balik podium kenegaraan dan berbagai seremoni resmi Istana, terdapat sisi lain Soeharto yang tidak selalu terekam dalam catatan sejarah maupun pemberitaan sehari-hari.

Sisi tersebut justru lebih banyak disaksikan oleh orang terdekat maupun para wartawan yang bertahun-tahun mengikuti aktivitasnya dari dekat.

Baca juga: Laku Spiritual Pak Harto: Pergi ke Gunung, Kosongkan Kegiatan Jumat

Bagi para peliput Istana pada era Orde Baru, Soeharto bukan hanya seorang kepala negara yang memimpin rapat kabinet atau menerima tamu-tamu penting.

Ia dikenal gemar menyapa wartawan dengan pertanyaan sederhana, melakukan perjalanan yang tidak banyak diketahui publik, hingga memiliki rutinitas tertentu yang membuat hari-hari di Istana berjalan berbeda dari biasanya.

Jumat tenang

Salah satu kebiasaan yang paling diingat para wartawan Istana adalah suasana Jumat yang berbeda dibanding hari-hari lainnya.

Kebiasaan ini dibagikan oleh jurnalis senior Bambang Wiwoho, dalam bukunya berjudul "Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen" yang diluncurkan, pada Senin (8/6/2026).

Bambang menyaksikan, hari Jumat memiliki ritme yang tidak sama dengan hari-hari lainnya.

Hampir tidak ada agenda kepresidenan yang dapat diliput pada hari tersebut, kecuali kegiatan kenegaraan, kunjungan kerja, atau peristiwa yang dinilai sangat penting.

"Di luar acara-acara tadi, biasanya pada Jumat siang beliau beristirahat," kata Bambang, dikutip dalam buku tersebut, Senin.

Menurut Bambang, pola tersebut tidak terlepas dari laku spiritual yang dijalani Soeharto pada malam sebelumnya.

Berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari sejumlah anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Soeharto kerap menghabiskan malam Jumat untuk bertafakur hingga larut, bahkan sesekali menjalani uzlah atau menyendiri di tempat-tempat yang jauh dari keramaian.

"Tempat beruzlah yang sering dikunjungi saat itu adalah goa dan bukit kecil di pantai selatan Cilacap, yang dikenal sebagai Gunung Srandil," tutur dia.

Baca juga: Saat Soeharto Berpesan “Ojo Dipateni” Usai Penangkapan Xanana Gusmao

Ia menuturkan, di kalangan masyarakat, lokasi tersebut dikenal memiliki nilai spiritual dan kerap menjadi tujuan para peziarah.

Selain Gunung Srandil, sejumlah sumber juga menyebut beberapa tempat lain yang pernah digunakan Soeharto untuk bersemadi, mulai dari kawasan Gunung Selok di Cilacap hingga sejumlah titik di lereng Gunung Lawu.

Bagi Bambang, kebiasaan-kebiasaan tersebut memperlihatkan bahwa di balik sosok Soeharto yang dikenal tenang, tidak banyak bicara, dan penuh pertimbangan, terdapat dimensi spiritual yang diyakini ikut membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan maupun kepemimpinan.

Pada Jumat malam, ia kerap mengadakan pertemuan tertutup di kediamannya di Jalan Cendana, Jakarta, bersama Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) Yoga Sugomo dan beberapa pejabat tertentu.

Pertemuan itu digunakan untuk mengevaluasi berbagai perkembangan politik, keamanan, maupun pemerintahan, sekaligus membahas perkiraan situasi ke depan beserta langkah antisipasinya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Pada dasawarsa 1980-an, penulis bersyukur sesekali diajak berdiskusi oleh Pak Yoga untuk mempersiapkan acara "Jumatan" tersebut. Kegiatan jumat malam ini tertutup bagi liputan wartawan," ungkap Bambang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rapat Bareng DPR, Mendagri Beberkan Solusi Penataan PPPK di Daerah
• 5 jam laludetik.com
thumb
Gempa di Filipina, Kemlu: Belum Ada Informasi WNI Jadi Korban
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Kepala BGN Berganti, Gus Fawait Optimistis MBG Percepat Peningkatan Gizi dan Gerakkan Ekonomi Desa di Jember
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Jadi Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal Kawal Tiga Isu Utama Kesejahteraan Buruh
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gaji Guru Sekolah Rakyat Lebih Tinggi dari Guru Sekolah Reguler? Simak Perbandingannya dan Cara Daftar PPPK 2026
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.