Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkap alasan di balik penunjukan tokoh buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Prasetyo menjelaskan, penunjukan Said Iqbal merupakan tindak lanjut dari gagasan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh yang sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025.
Namun setelah dilakukan kajian lebih lanjut, pemerintah menilai tujuan yang ingin dicapai melalui pembentukan dewan tersebut dapat diwujudkan melalui skema lain yang dinilai lebih efektif.
"Jadi begini, kalau kita ingat bahwa kurang lebih satu tahun yang lalu di May Day tahun 2025 ada kehendak untuk kita membentuk apa yang disebut dengan Dewan Kesejahteraan Buruh," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6).
"Namun setelah kita coba pelajari, ada sesuatu hal yang kemudian kita merasa berkenaan dengan segala sesuatu yang ingin dicapai dengan adanya dewan buruh tersebut bisa kita cari skema yang lain," tambah dia.
Karena itu, Prabowo memutuskan menunjuk salah satu tokoh buruh nasional untuk secara langsung menjadi penasihat presiden.
"Oleh karenanya Bapak Presiden kemudian memutuskan untuk mengangkat salah satu tokoh buruh menjadi penasihat beliau di bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh," ujarnya.
Prasetyo menegaskan, secara substansi tujuan yang ingin dicapai tetap sama, yakni memperkuat jalur komunikasi antara pemerintah dan kalangan pekerja agar berbagai aspirasi buruh dapat tersampaikan secara lebih cepat dan efektif.
Menurut dia, keberadaan Said Iqbal diharapkan mampu menciptakan komunikasi yang lebih terbuka dan tidak berbelit-belit dalam proses pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan pekerja.
"Secara esensi yang diharapkan adalah sama ya, terjadi komunikasi yang jauh lebih cair, jauh lebih intens, tidak apa namanya... birokratis, di dalam hal sekali lagi kita bersama-sama memperjuangkan apa yang selama ini diharapkan oleh kawan-kawan buruh, apalagi dalam situasi kondisi ekonomi yang sekarang ini," tandas dia.





