Pengamat BUMN: Kinerja MIND ID 2025 Lampaui Ekspektasi, Bukan Sekadar Windfall Harga Komoditas

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Perusahaan-perusahaan di bawah naungan Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berhasil menavigasi tantangan volatilitas harga komoditas dan gejolak geopolitik global sepanjang 2025. Alih-alih tertekan, seluruh anggota holding tambang pelat merah tersebut justru mencatat kinerja yang solid dan konsisten positif sepanjang tahun lalu.

Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto menilai capaian kinerja Grup MIND ID telah melampaui ekspektasi dan bukan semata-mata hasil dari kenaikan harga komoditas.

"Kinerja ini menunjukkan kemampuan MIND ID dalam integrasi hulu ke hilir bisnis yang semakin baik. Di luar windfall profit yang diperoleh karena harga komoditas yang meningkat akibat situasi geopolitik yang tidak stabil," tutur Toto.

Bila dirinci berdasarkan komoditas, kata dia, segmen emas melalui PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan kinerja mencolok dengan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025. 

"Capaian tersebut melonjak 106% dibandingkan laba tahun berjalan 2024 yang sebesar Rp3,85 triliun," jelasnya.

Pertumbuhan laba itu sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada tahun sebelumnya. 

Bahkan kata dia, kinerja tersebut terutama ditopang oleh bisnis emas yang menyumbang sekitar 79% terhadap total penjualan perusahaan. Penjualan emas ANTAM tercatat mencapai Rp66,47 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 15% dibandingkan Rp57,56 triliun pada 2024, ditopang oleh permintaan yang tetap kuat. 

Dari komoditas batu bara, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun pada 2025, dengan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Kinerja ini berlangsung di tengah tekanan harga batu bara global yang masih berlanjut, yang mana Harga Newcastle Index justru tercatat turun 22% secara tahunan, sementara Indonesia Coal Index (ICI-3) melemah 16%." 

"PTBA terbukti mampu menjaga kinerja melalui peningkatan volume penjualan sebesar 6% secara tahunan, dengan porsi penjualan domestik mencapai 54% dan ekspor 46% ke pasar Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina," jelasnya.

PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat laba bersih sebesar US$2,52 miliar atau sekitar Rp42,07 triliun (kurs Rp 16.698 per dolar AS) pada 2025 dengan pendapatan sebesar US$8,62 miliar atau sekitar Rp143,9 triliun. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daging Kurban Disalurkan hingga Pelosok Sulsel
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pertemuan Agung Jupiter dan Venus Pun Tiba
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Israel Dikepung! Houthi Resmi Tutup Laut Merah
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemerintah Dorong Gereja Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak di Keluarga
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Perbandingan Ranking FIFA Timnas Indonesia Vs Mozambik Jelang Bentrok: Yuk Skuad Garuda Menang Lagi!
• 6 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.