Harga emas spot naik 0,3 persen menjadi USD4.343,70 per ons troi.
IDXChannel - Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Senin (8/6/2026) setelah sempat menyentuh level terendah dalam 11 pekan.
Penguatan emas seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan bahwa Iran telah mengakhiri operasi militernya terhadap Israel.
Melansir Investing, harga emas spot naik 0,3 persen menjadi USD4.343,70 per ons troi. Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah sejak 23 Maret 2026. Sementara itu, kontrak emas berjangka relatif stabil di level USD4.363,30 per ons troi.
Kabar tersebut turut mendorong harga minyak memangkas sebagian kenaikan sebelumnya, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi akibat gangguan pasokan energi global.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati potensi tekanan inflasi yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS), terutama setelah data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam menunjukkan kondisi ekonomi yang tetap solid.
Sejak pecahnya konflik Iran pada akhir Februari lalu, dolar AS cenderung menguat karena investor menilai ekonomi AS relatif lebih terlindungi dari gejolak energi global mengingat statusnya sebagai salah satu eksportir energi utama dunia.
Penguatan dolar biasanya menjadi hambatan bagi emas karena membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Di sisi lain, investor kini menanti rilis data inflasi konsumen dan produsen AS yang dijadwalkan terbit pekan ini. Data tersebut akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai tekanan harga dan arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Sebelumnya, harga emas anjlok lebih dari 3 persen pada Jumat lalu setelah pasar mencerna laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Data menunjukkan ekonomi AS menciptakan 172.000 lapangan kerja baru pada Mei, jauh melampaui ekspektasi ekonom, sementara tingkat pengangguran bertahan di level 4,3 persen.
Laporan tersebut memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini.
(DESI ANGRIANI)





