Tertekan Krisis, Sektor Ritel dan Pusat Perbelanjaan Minta Stimulus

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Hippindo meminta pemerintah memberikan dukungan ekstra di tengah tantangan krisis global.

Tertekan Krisis, Sektor Ritel dan Pusat Perbelanjaan Minta Stimulus. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) meminta pemerintah memberikan dukungan ekstra di tengah tantangan krisis global. Sektor ritel dinilai memerlukan stimulus nyata agar kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap terjaga, terutama di pusat ekonomi seperti Jakarta.

Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, menyoroti Jakarta memegang peranan krusial dengan menyumbang sekitar 40 persen dari total omzet ritel nasional. Sehingga, sinergi dengan Kementerian Perdagangan sangat vital demi memastikan iklim investasi di sektor ini tetap kondusif dan rantai pasok dalam negeri semakin kuat.

Baca Juga:
Pengusaha Ritel Inginkan Nilai Tukar Rupiah Stabil: Enggak Bikin Sport Jantung

"Sektor konsumsi menjadi tulang punggung dan kami mohon dukungan Kemendag, apalagi 40 persen omzet ritel nasional berada di Jakarta. Kita ingin ritel terus berkembang melalui penguatan produksi dalam negeri agar kebutuhan barang, termasuk bagi teman-teman F&B, dapat terpenuhi tanpa perlu bergantung pada impor," ujar Budihardjo di momen hari jadi ke-10 Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di gedung Kemendag, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Untuk memperkuat fundamental industri, Hippindo juga telah bergerak aktif menjalin kolaborasi dengan Lembaga Kebijakan-kebijakan politik di Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Langkah ini diwujudkan melalui inisiatif business matching yang bertujuan mendorong produsen mancanegara untuk membangun fasilitas produksi atau pabrik di wilayah Indonesia.

Baca Juga:
Euforia IPO SpaceX Menyebar hingga Investor Ritel Eropa

Selain fokus pada pasar domestik, para peritel kini melirik potensi besar dari sektor pariwisata sebagai lumbung devisa yang efektif di masa krisis. Budihardjo menekankan pentingnya mengintegrasikan gerakan "Belanja di Indonesia Aja" (BINA) dengan program "Bangga Berwisata di Indonesia" (BBWI) milik Kementerian Pariwisata untuk menarik minat belanja wisatawan mancanegara maupun lokal.

"Di situasi krisis seperti ini, wisatawan merupakan solusi devisa karena mereka membawa uang belanja secara langsung untuk hotel, taksi, hingga memborong barang di mal. Kami sangat mengharapkan dukungan agar kampanye Berwisata di Indonesia Aja bisa berkolaborasi erat dengan Belanja di Indonesia Aja," tambahnya.

Baca Juga:
Rupiah Tembus Rp18.000, Alfamidi (MIDI): Harga Produk Ritel Berpotensi Naik

Lebih lanjut, Budihardjo mengingatkan bahwa ritel seharusnya dipandang sebagai sektor industri strategis yang setara dengan manufaktur. Hal ini didasari oleh besarnya penyerapan tenaga kerja yang mencapai angka jutaan orang, di mana operasional toko fisik setiap harinya sangat bergantung pada intensitas sumber daya manusia.

Keberlangsungan hidup jutaan karyawan tersebut kini berada pada kebijakan pemerintah dalam memicu daya beli publik. Budihardjo berharap otoritas terkait memberikan perhatian penuh pada ekosistem ritel agar tetap mampu melakukan ekspansi dan bertahan menghadapi dinamika ekonomi yang ada.

"Ritel ini adalah industri dengan karyawan jutaan yang setiap hari harus membuka toko menggunakan tenaga manusia yang sangat banyak. Harapan kami sektor ini didukung penuh agar bisa terus bertumbuh dan berkembang secara maksimal," tuturnya.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Alasan Pemerintah Terkait Perbedaan Usia Masa Pensiun Polri
• 16 menit laluidxchannel.com
thumb
Niat Tulus Said Iqbal Mau Diajak Kabinet Prabowo, Ingin Ajak Buruh Berjuang dari Dalam
• 9 jam laludisway.id
thumb
Kesaksian Warga di Talisayan Kaltim Lihat Air Laut Surut saat Gempa 7,7 M
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
BEM Unair Desak Pemerintah Hentikan Program MBG
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Representasi dan Afirmasi Politik Perempuan (I)
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.