Magelang: Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhis Era yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) berlangsung khidmat di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur umat Buddha sekaligus sarana mempererat persatuan bangsa serta menyebarkan pesan perdamaian bagi Indonesia dan dunia.
Ketua Umum Walubi, S. Hartati Murdaya, menyampaikan bahwa perayaan Waisak merupakan momentum penting bagi umat Buddha untuk memperkuat welas asih, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta membangun kehidupan yang lebih damai, harmonis, dan seimbang. Melalui Dharmasanti Waisak Nasional, nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan persaudaraan terus digaungkan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) di Candi Borobudur tidak hanya memiliki makna keagamaan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan perdamaian bangsa.
Menurut Gibran, perayaan Waisak mencerminkan nilai-nilai keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.
Baca Juga :
Ribuan Lentera Perdamaian Terangi Langit Borobudur pada Waisak 2570 BEPelepasan lentera perdamaian
Pelepasan Lentera Perdamaian menjadi puncak rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era 2026 di kawasan Candi Borobudur. Ribuan lentera diterbangkan ke langit Borobudur sebagai simbol harapan, kedamaian, dan pencerahan batin.
Acara diawali dengan penampilan Drone Show yang menghiasi langit di atas Candi Borobudur, dengan menampilkan kisah-kisah atau cerita mengenai sang Buddha. Setelah itu, ribuan lentera perdamaian diterbangkan menghiasi langit malam Borobudur, membawa doa dan harapan bagi terciptanya harmoni dunia.
Pelepasan lentera yang mengusung tema 'Dharma Menjaga Perdamaian Dunia' ini melambangkan pelepasan sifat-sifat negatif dalam diri, serta penyebaran cinta kasih kepada sesama.
Cahaya lentera yang membumbung tinggi di atas Candi Borobudur menjadi simbol kebangkitan spiritual sekaligus pesan perdamaian yang menggema dari Indonesia untuk dunia.



