BRIN: Standarisasi Fast Charging Motor Listrik Lebih Realistis Diterapkan

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengkaji standar colokan fast charging untuk motor listrik, yang nantinya dapat digunakan lintas merek. Sehingga tujuan mendorong adopsi motor listrik yang lebih masif bisa tercapai.

Cara ini menurut BRIN juga lebih realistis, dibanding mendorong standarisasi baterai yang selama ini belum menjadi mandatori. Termasuk SNI 8872, yang menetapkan persyaratan keselamatan sistem penyimpanan energi listrik yang dapat diisi ulang pada sepeda motor atau skuter listrik.

Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN Eka Rakhman Priandana bilang, standarisasi baterai berpotensi menimbulkan konsekuensi besar bagi pabrikan karena mengharuskan perubahan banyak pada komponen kendaraan.

"Kalau menstandarisasi baterai, itu semua harus disesuaikan. Nggak cuma baterai, tapi berdampak pada bentuk dan packing baterai," buka Eka saat ditemui kumparan di kantor BRIN, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Menurutnya ukuran dan spesifikasi baterai yang diseragamkan, akan memaksa produsen menyesuaikan berbagai komponen lain yang sudah dirancang mengikuti karakter baterai masing-masing kendaraan.

"Kalau ukuran baterai berubah, berarti kontroler atau inverternya motor juga harus disesuaikan. Kalau terlalu besar dia nggak ngangkat, tapi yang terlalu kecil takut cepat panas, karena inverternya berubah, maka motornya juga disesuaikan juga," lanjutnya.

Eka menilai perubahan tersebut akan berdampak langsung terhadap biaya pengembangan produk bagi manufaktur. Bahkan karakter masing-masing motor listrik berpotensi hilang apabila seluruh kendaraan dipaksa menggunakan baterai dengan dimensi dan spesifikasi yang sama.

Ia memberi contoh motor listrik yang sejak awal diranang untuk performa tinggi, atau mengangkut beban berat bisa kehilangan keunggulannya apabila harus menggunakan baterai standar dengan ukuran dan kapasitas yang seragam.

"Begitu masuk ke sepeda motor yang awalnya didesain tenaga besar, dapat baterai standar yang ternyata lebih kecil ukurannya, maka dia tidak bisa jalan jauh. Dia tidak bisa mengangkut banyak, apalagi awalnya dia digunakan untuk mode ngebut, diganti baterai standar nggak bisa ngebut lagi," katanya.

Keuntungan standarisasi colokan fast charging

Dengan adanya standarisasi colokan fast charging, produsen pada dasarnya hanya perlu mengganti soket pengisian daya yang digunakan saat ini, dengan model colokan baru yang tengah disiapkan BRIN.

"Kalau plug ini otomatis tidak mengubah bentuk maupun karakteristik motor, rumah bekas colokan yang lama itu diperlebar sedikit untuk port yang baru dan mengubah itu murah sekali," terang Eka.

Saat ini BRIN jelas Eka telah mengusulkan rancangan Standar Nasional Indonesia untuk colokan fast charging motor listrik kepada Badan Standardisasi Nasional (BSN). Tahap berikutnya adalah pengujian sampel produk sebelum dibahas lebih lanjut bersama industri dan pemerintah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Niat Cari Solusi Damai, Sekretaris GMNI Sulbar Justru Babak Belur
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Kader Muhammadiyah Gugat UU Peradilan Agama ke MK, Nilai Isbat Hilal Diskriminatif
• 5 jam lalumatamata.com
thumb
Tegas! Prabowo Peringatkan Pengelola RSUD: Jangan Ada Korupsi dalam Pelayanan Kesehatan
• 54 menit lalukompas.tv
thumb
Damkar Evakuasi King Kobra Sepanjang 3,5 Meter Masuk Permukiman Warga di Maros
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profil timnas Kongo, kembali ke Piala Dunia setelah 52 tahun
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.