Penjualan Mobil China di Indonesia Mei 2026, Jaecoo Salip BYD

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jumlah kehadiran merek China di Indonesia kian membeludak, membuat peta persaingannya semakin terlihat kontras. Ini terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Mei 2026.

Jika beberapa bulan terakhir nama BYD cukup dominan di segmen kendaraan elektrifikasi, kondisi berbeda justru terlihat pada Mei lalu. Merek pendatang baru seperti Jaecoo berhasil memimpin baik dari sisi wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) maupun retail sales (dari diler ke konsumen).

Untuk wholesales, Jaecoo mencatatkan 3.000 unit sepanjang Mei 2026. Angka tersebut memang sedikit turun dibanding April yang mencapai 3.219 unit, namun masih cukup untuk menempatkannya di posisi teratas di antara seluruh merek China di Tanah Air.

Sementara itu Geely membuntuti di posisi kedua dengan capaian 1.710 unit. Pabrikan yang kembali masuk pasar Indonesia itu menunjukkan performa yang relatif stabil dengan koreksi tipis 1,6 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sementara Wuling menguntit di belakangnya dengan membukukan wholesales 1.356 unit.

Sedangkan Chery berhasil mencatatkan distribusi sebanyak 954 unit selama Mei 2026. Sorotan terbesar justru datang dari BYD.

Pabrikan asal Shenzhen tersebut hanya mengirimkan 895 unit kendaraan ke jaringan dealer sepanjang Mei. Jika dibandingkan April yang mencapai 4.625 unit, maka terjadi penurunan hingga 3.730 unit atau setara 80,6 persen secara bulanan.

Kondisi serupa juga dialami Denza. Merek premium yang berada di bawah naungan grup BYD itu mencatat wholesales 210 unit, turun tajam dari 1.032 unit pada April. Dengan kata lain, distribusinya terkoreksi hampir 80 persen dalam satu bulan.

Di tengah perlambatan beberapa pemain besar, sejumlah merek justru mencatat pertumbuhan positif. MG misalnya, mampu membukukan 549 unit atau meningkat 21,2 persen dibanding bulan sebelumnya.

Beranjak ke data retail sales, Jaecoo kembali mempertahankan posisinya sebagai merek China terlaris. Penjualannya tercatat mencapai 3.000 unit, hanya turun tipis sembilan unit dibanding April yang membukukan 3.009 unit.

BYD masih mampu mempertahankan posisi kedua dengan penjualan retail 2.892 unit. Namun jika dibandingkan capaian April yang mencapai 6.274 unit, penjualannya turun 53,9 persen atau berkurang sebanyak 3.382 unit.

Di posisi ketiga terdapat Geely yang menjadi salah satu merek dengan pertumbuhan paling menarik pada Mei 2026. Penjualan langsung ke konsumen mereka naik 38,3 persen dari 1.450 unit menjadi 2.005 unit. Membuatnya menjadi satu-satunya merek China yang berhasil menembus angka 2.000 unit retail selain Jaecoo dan BYD.

Wuling menyusul dengan torehan 1.640 unit, meningkat 3,9 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan Chery mencatatkan penjualan retail 968 unit atau turun 8,4 persen secara bulanan.

Menariknya, sejumlah merek dengan volume yang lebih kecil juga mulai menunjukkan tren pertumbuhan. MG tumbuh 34,5 persen menjadi 444 unit, sedangkan Jetour naik hampir 30 persen menjadi 300 unit.

Setidaknya untuk Mei 2026, Jaecoo menjadi nama yang paling menonjol. Di saat sejumlah kompetitor mengalami koreksi penjualan, merek yang pernah beraliansi dengan grup Chery tersebut justru mampu mempertahankan volume dan mengamankan posisi sebagai merek China terlaris di Indonesia.

Data penjualan wholesales 10 merek China Mei 2026
  1. Jaecoo: 3.000 unit

  2. Geely:1.710 unit

  3. Wuling: 1.356 unit

  4. Chery: 954 unit

  5. BYD: 895 unit

  6. MG: 549 unit

  7. AION: 367 unit

  8. Jetour: 286 unit

  9. XPeng: 284 unit

  10. Denza: 210 unit.

Data penjualan retail 10 merek China Mei 2026
  1. Jaecoo: 3.000 unit

  2. BYD: 2.892 unit

  3. Geely: 2.005 unit

  4. Wuling: 1.640 unit

  5. Chery: 968 unit

  6. AION: 454 unit

  7. MG: 444 unit

  8. Denza: 409 unit

  9. Jetour: 300 unit

  10. XPeng: 276 unit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Warga Gunungkidul Terluka Diserang Beruk Sumatera yang Lepas dari Penangkaran
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Misteri Perubahan Pasal Usia Pensiun Jenderal Polisi di RUU Polri
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Dirut Ungkap BPJS Kesehatan Defisit Rp 2 T/Bulan, Potensi Gagal Bayar di 2027
• 8 jam laludetik.com
thumb
Segera Terbitkan Payung Hukum untuk Kepastian Nasib PPPK dan P3K PW!
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
DPR Sahkan Revisi UU Polri Menjadi UU
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.