HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulsel mengapresiasi langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang memfasilitasi dialog bersama jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), serta pemangku kepentingan sektor keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan.
Pertemuan tersebut disebut menjadi salah satu sentimen positif yang turut mendorong penguatan signifikan saham-saham perbankan pelat merah pada perdagangan hari ini, sekaligus menjadi penopang utama lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat menguat lebih dari 4 persen.
Ketua Kadin Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) menilai inisiatif tersebut mencerminkan sinergi antara regulator, legislatif, dan pelaku industri dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah tekanan global.
“Langkah yang dilakukan Wakil Ketua DPR bersama jajaran Himbara dan pemangku kepentingan keuangan menunjukkan komitmen untuk menjaga kepercayaan pasar. Ini penting agar volatilitas tidak berlarut dan fundamental ekonomi tetap menjadi acuan,” ujarnya pada Selasa, 9 Juni.
Ketua DPD HNSI Sulsel ini menambahkan bahwa penguatan saham bank BUMN yang terjadi serentak juga memperlihatkan keyakinan investor terhadap prospek sektor perbankan nasional.
Saham-saham seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Tabungan Negara (BBTN), hingga Bank Syariah Indonesia (BRIS) tercatat menguat pada perdagangan sesi pertama.
BBTN menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan 8,57 persen ke level Rp1.150 per saham, disusul BBNI naik 5,98 persen ke Rp3.190, BMRI menguat 5,12 persen ke Rp5.900, BBRI naik 4,63 persen ke Rp2.710, serta BRIS yang menguat 5,57 persen ke Rp1.705 per saham.
Penguatan tersebut juga dikaitkan dengan ekspektasi pasar terhadap potensi aksi buyback saham serta pandangan bahwa tekanan sebelumnya lebih dipengaruhi faktor eksternal global.
Selain itu, fundamental kuat sektor perbankan BUMN dinilai masih menjadi penopang utama optimisme investor.
AIA menegaskan bahwa stabilitas sektor keuangan, khususnya perbankan, menjadi kunci penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, termasuk Sulsel yang memiliki ketergantungan tinggi pada pembiayaan sektor produktif.
“Ke depan, yang paling penting adalah menjaga konsistensi kebijakan dan komunikasi publik agar pasar tetap percaya diri,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini. (ams)





