JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah personel TNI Angkatan Darat (AD) melakukan pengosongan dan pembongkaran rumah di Asrama Ex Yon Zikon 15, RW 10, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Dalam operasi tersebut, ratusan personel serta sekitar 25 kendaraan pengangkut dikerahkan untuk memindahkan barang-barang milik warga dan perlengkapan dari dalam rumah.
Rumah yang masih dihuni maupun yang telah kosong dimasuki petugas untuk proses pengosongan. Berbagai barang, di natarnay lemari, kasur, kulkas, dan perabot rumah tangga lainnya, dikeluarkan dari rumah-rumah yang akan dibongkar.
Baca juga: Lara Pedagang Sate di Jakpus: Dagangan Tak Dibayar 2 Jukir, Malah Dianiaya hingga Rahang Retak
Di lokasi juga terlihat petugas PLN mencabut instalasi listrik dari rumah-rumah yang menjadi sasaran pembongkaran.
Jalan sempat ditutup sementara dan lalu lintas dialihkan
Selama proses pengosongan rumah berlangsung, Jalan Lenteng Agung Raya sempat ditutup sementara.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Jalan Lenteng Agung Raya dari arah Jakarta menuju Depok ditutup sementara imbas adanya eksekusi penggusuran rumah Asrama Eks Yon Zikon 15 di kawasan RW 10 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).
Kendaraan yang menuju arah Depok dialihkan ke jalur lain menuju Universitas Pancasila untuk mengurangi kemacetan. Warga sempat menolak pengosongan
Proses pengosongan diwarnai penolakan dari sejumlah warga. Salah satunya datang dari seorang lansia bernama Ibu Muksinin (75).
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Eksekusi permukiman Asrama eks Yon Zikon TNI AD di kawasan RW 10 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Selasa (9/6/2026) pagi.
Ia menolak rumahnya dikosongkan dan tampak menangis serta berteriak di hadapan petugas. Ia mengungkit soal almarhum suaminya yang merupakan purnawirawan TNI pernah bertugas di sejumlah daerah konflik.
"Saya Ibu Muksinin, suami saya Kolonel Muksinin tolong hargai suami saya sudah perjuangan ke Irian Jaya, dari Irian pindah ke Timor Timur, berdarah-darah," ucap Ibu Muksinin kepada para petugas di halaman rumahnya.
Ia meminta agar rumahnya tidak dibongkar dan mengatakan masih membutuhkan waktu untuk merapikan barang-barang secara mandiri.
“Saya tidak mau, saya tidak mau, pergi kalian! Pergi!" teriaknya.
Baca juga: Matinya Lift JPO Lenteng Agung Jaksel, Ujian Berat Pejalan Kaki
Warga lain, April (40), juga mengaku terkejut karena rumahnya dibongkar saat dirinya sedang tidak berada di tempat. Saat pulang, kondisi pintu rumahnya sudah rusak dan barang-barangnya telah dikeluarkan.
“Gimana ini kan saya posisi lagi enggak di rumah, lagi kerja, pas pulang rumah saya udah dibobol begini, pintunya dirusak, ini menyalahi aturan loh, namanya nerobos rumah orang," ucap April.
Ia juga mempertanyakan pencabutan listrik yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Masa tiba-tiba dicopot, kan saya juga selama ini bayar listrik sendiri. Tiba-tiba dicopot begini kan kita jadi enggak bisa beberes ngangkutin," kata April.