JEMBER, ERANASIONAL.COM – Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil beras terbesar di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin, 2 Mei 2026. Data resmi tersebut mencatat total produksi beras di wilayah Jember sukses menyentuh angka fantastis sebesar 446.097 ton.
Capaian gemilang ini menempatkan Jember pada peringkat ketiga tertinggi di tingkat provinsi setelah Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, perluasan wilayah panen yang masif turut mendorong kenaikan potensi produksi padi Jawa Timur hingga mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
“Tingginya serapan gabah sejalan dengan melimpahnya produksi padi dari petani Jember,” ujar Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada Perum Bulog Jember serta jajaran TNI dan Polri yang mengawal proses serapan gabah hingga mencetak rekor tertinggi di Jawa Timur. Sinergi lintas sektor ini terbukti ampuh dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengamankan kesejahteraan para petani lokal.
“Tingginya serapan gabah sejalan dengan melimpahnya produksi padi dari petani Jember,” lanjut Fawait.
Sementara itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Jember memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi seiring meningkatnya alokasi dari pemerintah pusat. Langkah preventif tersebut sangat krusial untuk memastikan ketepatan sasaran kuota pupuk sekaligus mencegah potensi penyelewengan di tingkat agen penyalur.
Keberhasilan sektor pertanian Jember juga ditopang oleh program optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, serta penambahan luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebesar 373,59 hektare. Oleh karena itu, pasokan air dan nutrisi tanaman tetap terjaga dengan baik sepanjang musim tanam.
Selanjutnya, kerja sama taktis bersama pemerintah pusat berhasil mencairkan bantuan stimulan sektor pertanian senilai Rp312 miliar dalam bentuk alat mesin pertanian modern dan benih unggul. Dukungan teknologi mekanisasi ini secara langsung mempermudah jalannya transformasi pertanian modern yang ramah lingkungan di seluruh pelosok desa.





