Pengguna Avanza Cs, Isi BBM Pertamax Full Tank Kudu Kocek Rp700 Ribuan

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraan roda dua pada salah satu SPBU di Jakarta, Senin (18/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah pemilik mobil diesel kelas menengah atas seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport yang harus merogoh kocek lebih dalam akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kini pengguna mobil bensin seperti misalnya sekelas Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia juga mengalami nasib yang sama.

Hal ini seiring lonjakan harga BBM non subsidi Pertamina yang berlaku pada 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Adapun Pertamax Turbo (RON 98) tetap dipatok di level Rp20.750 per liter.


Baca: SPBU Shell, Vivo & BP Rata-Rata Kini Cuma Jual BBM Diesel

Kenaikan harga tersebut tentunya akan berdampak langsung pada biaya operasional kendaraan berbahan bakar bensin, terutama saat melakukan pengisian penuh (full tank).

Berdasarkan spesifikasi kendaraan, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia sama-sama memiliki kapasitas tangki bahan bakar sekitar 43 liter. Dengan asumsi pengisian dari kondisi kosong menggunakan BBM yang sama, berikut estimasi biaya yang harus dikeluarkan:

Pakai BBM Pertamina

Pertamax: 43 liter x Rp16.250 per liter = Rp698.750

Pertamax Green 95: 43 liter x Rp17.000 per liter = Rp731.000

Pertamax Turbo: 43 liter x Rp20.750 per liter = Rp892.250

Sebagai perbandingan, sebelum kenaikan harga:

Pertamax lama: 43 liter x Rp12.300 per liter = Rp528.900

Pertamax Green lama: 43 liter x Rp12.900 per liter = Rp554.700

Artinya, biaya mengisi penuh tangki Avanza maupun Xenia menggunakan Pertamax kini naik sekitar Rp169.850 per tangki, sedangkan menggunakan Pertamax Green naik sekitar Rp176.300 per tangki dibandingkan harga sebelumnya.

Pakai BBM BP-AKR:

BP 92: 43 liter x Rp16.670 per liter = Rp716.810

BP Ultimate: 43 liter x Rp17.240 per liter = Rp741.320

Sebagai perbandingan sebelum kenaikan harga:

BP 92 lama: 43 liter x Rp12.390 per liter = Rp532.770

BP Ultimate lama: 43 liter x Rp12.930 per liter = Rp555.990

Penjelasan Pertamina

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026.

Penyesuaian ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator dan melalui mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan penyesuaian harga BBM non subsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ujar Roberth dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Adapun, Pertalite tetap dijual di harga Rp10.000 per liter dan Biosolar ditetapkan sebesar Rp6.800 per liter.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bahlil Ungkap Alasan di Balik Kenaikan Harga BBM

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Jelang Piala Dunia 2026, Ribuan Guru di Meksiko Demo Minta Kenaikan Gaji
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Sesi I Ditutup Menguat 2,34 Persen ke 5.881 Ditopang Sektor Teknologi dan Perbankan
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Setelah Polisi Bisa Masuk Instansi Sipil, Kini Kapolri Buka Peluang Profesional Sipil Isi Jabatan di Polri
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Chatib Basri Ungkap Penyebab Utama Rupiah Terus Keok Meski Mata Uang Regional Lain Stabil
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Mbak Wali dan Gus Qowim Sowan Ulama, Mohon Doa Keberkahan Kota Kediri
• 20 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.