Jakarta, VIVA – Sebagai perusahaan logistik energi terintegrasi, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatat rata-rata perjalanan distribusi energi mencapai lebih dari 600.000 kilometer per hari, atau setara lebih dari 15 kali mengelilingi Bumi. Di balik angkaangka tersebut, terdapat dedikasi ribuan Awal Mobil Tangki (AMT) yang menjadi penghubung antara energi dan kehidupan masyarakat.
Untuk itu, Elnusa Petrofin memberikan apresiasi kepada para Awak Mobil Tangki berprestasi yang menunjukkan kinerja unggul selama operasional perusahaan, termasuk pada periode Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Penghargaan berupa puluhan unit sepeda motor diberikan secara langsung hingga akhir bulan lalu oleh perwakilan Perusahaan di masing-masing wilayah operasional kepada para AMT berprestasi yang tersebar di beberapa wilayah operasional, antara lain: Medan, Padang, Siak, Jambi, Lampung, Bali, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, dan Jayapura.
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan perusahaan kepada para insan yang setiap hari berada di garis depan distribusi energi nasional. Setiap kilometer yang ditempuh para Awak Mobil Tangki bukan sekadar perjalanan operasional, tetapi juga perjalanan pengabdian.
"Di balik setiap liter energi yang sampai ke masyarakat, terdapat dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab yang luar biasa dari para AMT. Mereka hadir saat masyarakat beristirahat, saat hari raya berlangsung, bahkan ketika harus menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Karena itu, penghargaan ini kami dedikasikan bukan hanya kepada para penerima, tetapi kepada seluruh pejuang energi Elnusa Petrofin dan keluarga yang senantiasa mendukung mereka dari rumah,” ujar Doni dikutip dari keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026.
Selain itu, Perusahaan juga memberikan beasiswa pendidikan bagi putra-putri para penerima penghargaan, sebagai bentuk apresiasi kepada keluarga yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan para pejuang energi. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek operasional dan keselamatan kerja. Kriteria yang digunakan meliputi volume penyaluran, jarak tempuh distribusi, kepatuhan terhadap prosedur operasional, serta implementasi budaya keselamatan dan perilaku kerja selama menjalankan tugas.





