Harga Tembaga Melemah, Kekhawatiran Ekonomi Redam Sentimen Tarif AS

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Harga tembaga melemah pada perdagangan Rabu (10/6/2026), tertekan volatilitas konflik di Timur Tengah dan kekhawatiran makroekonomi.

Harga Tembaga Melemah, Kekhawatiran Ekonomi Redam Sentimen Tarif AS. (Foto: iStock)

IDXChannel - Harga tembaga melemah pada perdagangan Rabu (10/6/2026), tertekan volatilitas konflik di Timur Tengah dan kekhawatiran makroekonomi yang mengimbangi dukungan harga dari ekspektasi tarif impor tembaga di Amerika Serikat (AS).

Kontrak (futures) tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,36 persen menjadi USD13.566,5 per ton pada 10.00 WIB.

Baca Juga:
Harga Pertamax Naik, Pengemudi Sepeda Motor Antre Isi Pertalite

Sementara itu, kontrak tembaga yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) melemah 0,38 persen menjadi 104.010 yuan per ton.

Melansir dari Reuters, harga minyak naik pada Rabu setelah AS melancarkan serangan baru terhadap Iran.

Baca Juga:
Prospek Wismilak (WIIM) Dinilai Menjanjikan, Intip Targetnya

Konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga energi dan menekan aktivitas manufaktur, yang merupakan sektor utama penopang permintaan tembaga.

Data resmi yang dirilis Rabu menunjukkan harga produsen di China naik untuk bulan ketiga berturut-turut pada Mei, mencapai level tertinggi sejak 2022.

Baca Juga:
Mitra Keluarga (MIKA) Tebar Dividen Tunai Rp598 Miliar untuk Tahun Buku 2025

Kenaikan tersebut didorong oleh menguatnya harga komoditas serta membaiknya permintaan di sejumlah industri.

Kekhawatiran inflasi juga masih menjadi perhatian pasar. Pelaku pasar menantikan data inflasi Negeri Paman Sam yang akan dirilis pada Rabu.

Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada Jumat lalu mendorong penguatan dolar AS dan meningkatkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini, sehingga memicu tekanan di pasar tembaga.

Suku bunga yang lebih tinggi umumnya mengurangi prospek permintaan terhadap logam industri yang bergantung pada pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, harga tembaga masih mendapat dukungan dari ekspektasi keputusan terkait tarif impor tembaga di AS yang diperkirakan keluar pada paruh kedua tahun ini.

Pemerintah AS telah mengusulkan tarif sebesar 15 persen untuk impor tembaga mulai awal 2027, yang kemudian meningkat menjadi 30 persen pada 2028.

Data LME menunjukkan total stok tembaga di gudang yang terdaftar di bursa tersebut terus menurun setiap hari sejak 28 Mei.

Untuk logam lainnya di LME, harga aluminium turun 1,54 persen, seng melemah 0,58 persen, timbal turun 0,55 persen, nikel terkoreksi 0,77 persen, dan timah merosot 1,86 persen.

Sementara itu di SHFE, harga aluminium turun 0,89 persen, seng melemah 0,2 persen, timbal turun 0,59 persen, nikel anjlok 2,19 persen, dan timah terkoreksi 2,16 persen. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Daftar Film dengan Pendapatan Lebih dari USD1 Miliar di Box Office Global
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Duduk Perkara Roy Suryo cs Laporkan Advokat Ini ke Polda Metro Jaya, Siapa Dia?
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Evolusi Sempurna Laptop Dua Layar untuk Multitasking Kelas Berat
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
DPR Sahkan RUU Polri, Ini Empat Poin Penting yang Diatur dalam Undang-Undang Baru
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Dirut BPJS Kesehatan Curhat Defisit Rp 2 T, Ungkap Potensi Gagal Bayar di 2027
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.