jpnn.com, BANDUNG - Aksi pemalakan terhadap pedagang di kawasan Cigending, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, berakhir damai.
Polisi memfasilitasi mediasi hingga kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
BACA JUGA: Tertangkap Basah Tampang Pelaku Pemalakan di Tanah Abang
Tindakan premanisme tersebut sebelumnya menjadi perbincangan di media sosial. Polisi kemudian turun tangan untuk menangani kasus tersebut.
"Polsek Ujungberung telah menindaklanjuti kejadian yang beredar di media sosial terkait adanya premanisme yang meminta uang ke warung makanan Ayana Takoyaki," kata Kapolsek Ujungberung, Kompol Heri Suryadi dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
BACA JUGA: Ini Tampang Preman Penganiayaan dan Pemalakan Pedagang di BKT
Polisi lalu melakukan pengecekan ke lokasi, meminta keterangan para pihak, dan mencari orang yang diduga terlibat. Para pelaku diketahui berinisial ET (38), BA (24), dan AA (28).
Setelah itu, polisi mempertemukan pedagang dan ketiga pelaku untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hasil mediasi kesepakatan damai antar kedua belah pihak.
BACA JUGA: Pelaku Pemalakan Sopir yang Viral di Cengkareng Jakbar
"Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan mediasi secara kekeluargaan dan membuat surat pernyataan di atas materai dan tidak akan mengulangi perbuatannya," ujarnya.
Mediasi tersebut turut disaksikan Ketua RW setempat. Dalam kesepakatan itu, kedua belah pihak saling memaafkan dan memilih tidak melanjutkan persoalan ke ranah hukum.
Pedagang yang dipalak memutuskan tidak membuat laporan polisi. Sementara itu, para pelaku membuat video permintaan maaf sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya.
"Kedua belah pihak saling memaafkan atas kejadian tersebut," tuturnya.
Peristiwa pemalakan itu terjadi pada Minggu (7/6) sekitar pukul 15.41 WIB. Berdasarkan keterangan pedagang, tiga pria datang ke warung seusai iring-iringan benjang yang melintas di kawasan tersebut.
Ketiganya kemudian meminta uang sumbangan kepada pedagang tersebut. Karena permintaan itu tidak dipenuhi, sempat terjadi adu mulut antara kedua belah pihak.
Untuk menghindari keributan yang berkepanjangan, penjaga warung akhirnya memberikan uang sebesar Rp50 ribu kepada ketiga pria tersebut. Setelah menerima uang, mereka meninggalkan lokasi. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




