Antrean Pertalite di SPBU Jakbar Mengular Usai Harga Pertamax Naik

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Antrean jalur pengisian Pertalite di dua SPBU Pertamina wilayah Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (10/6/2026) siang tampak mengular usai harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan jalur pengisian Pertamax maupun Pertamax Turbo.

Di SPBU Jalan Jakarta Outer Ring Road, Cengkareng, misalnya, antrean di stasiun pengisian Pertalite mencapai sekitar 20 sepeda motor.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, antrean tersebut memanjang dari depan dispenser hingga mendekati gerbang masuk SPBU yang berada di sisi jalan raya.

Baca juga: Daftar Harga BBM Terbaru per 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp 16.250

Mulai dari ibu rumah tangga, kurir paket, pengemudi ojek online (ojol), hingga pelajar tampak rela mengantre di bawah terik matahari demi mendapatkan BBM bersubsidi.

KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Antrean kendaraan roda dua mengular di stasiun pengisian Pertalite salah satu SPBU Pertamina di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (10/6/2026)
Sebaliknya, antrean di area pengisian Pertamax untuk kendaraan roda dua hanya diisi sekitar tiga motor.

Pemandangan serupa juga terlihat di SPBU Jalan Raya Duri Kosambi, Cengkareng. Belasan sepeda motor mengantre di dua sisi dispenser Pertalite, sedangkan area pengisian Pertamax khusus roda dua yang berada di tengah SPBU tampak lengang dan hanya sesekali didatangi pengendara.

Sejumlah pemotor bahkan terlihat sempat mengantre di jalur Pertalite, tetapi kemudian berpindah ke dispenser Pertamax karena tidak ingin menunggu terlalu lama.

Salah satunya Afrizal (26), pengemudi ojol yang mengaku terpaksa tetap membeli Pertamax meski keberatan dengan kenaikan harga yang berlaku mulai hari ini.

"Terpaksa aja sih, karena panjang banget lagi ngejar orderan nganter Express. Panas juga, jadi yaudah geser aja (ngisi) Pertamax," kata Afrizal kepada Kompas.com di lokasi, Rabu.

Afrizal mengatakan pembelian Pertamax tersebut hanya untuk kebutuhan darurat karena bahan bakar motornya hampir habis. Ia khawatir motornya mogok saat mengantar paket pelanggan jika menunda pengisian.

Baca juga: Imigrasi Soekarno-Hatta Ungkap Alasan Tyo Nugros Dicegah Berangkat ke Malaysia

Menurut dia, pengisian Pertamax yang dilakukan hanya sekitar Rp 20.000 agar motornya tetap bisa beroperasi. Untuk mengisi penuh tangki, ia berencana tetap menggunakan Pertalite pada malam hari saat antrean lebih sepi.

"Enggak full juga kan (ngisinya), cuma Rp 20.000 aja, yang penting nyambung biar bisa jalan lagi, kalau ngisi full-nya biasanya malem aja, pas sepi," ucapnya.

Meski begitu, ia mengaku tetap merasa keberatan dengan kenaikan harga BBM non subsidi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia mencontohkan, biasanya bisa mendapatkan hampir dua liter bensin Pertamax jika mengisi berbekal uang Rp 20.000


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaringan Rahasia Beijing Mulai Runtuh? Eropa Serentak Tangkap Dugaan Mata-Mata Tiongkok
• 18 jam laluerabaru.net
thumb
Diterima Prabowo, Dubes Negara Sahabat Siap Buka Babak Baru Kemitraan dengan Indonesia
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Kunjungan Kerja ke Lampung, Bakal Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
NASA Bakal Ungkap 4 Astronaut Kru Misi Artemis III Malam Ini
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
RUU Polri Sepakat Lulusan SMA Bisa Jadi Polisi, Kompolnas Buka Suara
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.